Apa Itu Danantara? Berikut Penjelasannya!
Belakangan ini, masyarakat Indonesia ramai membicarakan peluncuran Danantara yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Peluncuran ini berlangsung pada Senin, 24 Februari 2025, di Halaman Istana Kepresidenan. Apa sebenarnya Danantara itu? Apa perannya terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN)? Mari simak penjelasan lengkapnya!
Pengertian Danantara
Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Nama ini memiliki makna filosofis:
-
Daya berarti energi atau kekuatan,
-
Anagata berarti masa depan,
-
Nusantara berarti Tanah Air Indonesia.
Dengan demikian, Danantara diartikan sebagai kekuatan ekonomi dan investasi yang menjadi energi masa depan Indonesia.
Secara fungsional, Danantara adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) yang dibentuk untuk mengonsolidasikan aset-aset pemerintah, terutama dari BUMN. Aset-aset ini kemudian dikelola secara strategis untuk mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Model pengelolaan Danantara mengadopsi konsep Temasek Holdings dari Singapura — sebuah badan investasi milik negara yang sukses mengelola berbagai aset lintas sektor.
Dasar Hukum Pembentukan Danantara
Peluncuran Danantara diikuti dengan diundangkannya beberapa aturan baru, yaitu:
-
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN,
-
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara,
-
Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30/2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Danantara.
Semua peraturan ini mengatur tugas, fungsi, serta struktur organisasi Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara.
Tugas dan Peran Danantara
Danantara memiliki beberapa tugas utama, antara lain:
-
Mengelola dan mengembangkan aset-aset negara, khususnya BUMN, agar lebih terintegrasi dan efisien.
-
Mendanai proyek strategis di berbagai sektor seperti energi terbarukan, manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, dan ketahanan pangan.
-
Mengoptimalkan kekayaan negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga ditargetkan mencapai 8 persen per tahun.
-
Membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) berskala dunia yang berorientasi pada keberlanjutan dan tata kelola keuangan yang sehat.
Pemerintah menargetkan bahwa aset yang akan dikelola Danantara mencapai lebih dari 900 miliar dolar AS (sekitar Rp 14.000 triliun) dengan nilai investasi awal sekitar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 325,8 triliun).
Kaitan Danantara dengan BUMN
Danantara dirancang sebagai super holding yang akan menaungi berbagai BUMN di Indonesia. Sebagai perusahaan induk, Danantara akan mengendalikan dan mengelola perusahaan-perusahaan BUMN lintas sektor industri, seperti perbankan, energi, pertambangan, telekomunikasi, dan lain-lain.
Rencananya, sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2025, aset-aset BUMN akan diinbrengkan ke Danantara. Sebanyak 7 BUMN strategis akan menjadi prioritas dalam konsolidasi awal, yaitu:
-
Bank Mandiri
-
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
-
Bank Negara Indonesia (BNI)
-
PLN
-
Pertamina
-
Mining Industry Indonesia (MIND ID)
-
Telkom Indonesia
Dengan konsolidasi ini, diharapkan BUMN Indonesia bisa menjadi perusahaan berkelas dunia yang lebih kompetitif, profesional, dan berkontribusi besar terhadap ekonomi global.
Apa Itu Sovereign Wealth Fund (SWF)?
Danantara juga bertujuan membangun sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) — yaitu dana investasi khusus pemerintah yang digunakan untuk mengelola aset negara dalam jangka panjang.
Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), fungsi utama SWF adalah:
-
Melindungi dan menstabilkan ekonomi dari volatilitas berlebih,
-
Mendanai pembangunan sosial dan ekonomi,
-
Meningkatkan tabungan untuk generasi mendatang,
-
Menghasilkan keuntungan investasi,
-
Mendiversifikasi ekonomi nasional.
Dengan adanya SWF ini, Indonesia dapat mengoptimalkan aset negara untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan dan stabil.
Sekilas Tentang Temasek Holdings
Sebagai inspirasi model Danantara, Temasek Holdings adalah perusahaan investasi milik pemerintah Singapura yang berdiri sejak 1974. Temasek memisahkan peran pemerintah dalam pengelolaan bisnis, sehingga lebih profesional dan efisien dalam mengelola berbagai sektor seperti telekomunikasi, energi, keuangan, dan lain-lain.
Model ini memungkinkan Singapura mengelola kekayaan negaranya secara optimal, dan diharapkan Indonesia melalui Danantara bisa mencapai keberhasilan serupa.

