Ketika menceritakan ulang perkataan seseorang, kita punya dua pilihan: mengutip kata-katanya persis (direct speech) atau menyampaikan maksudnya dengan kalimat sendiri (indirect speech). Dalam bahasa Inggris, perubahan dari bentuk pertama ke bentuk kedua melibatkan aturan yang cukup rinci, mulai dari tense, kata ganti, hingga keterangan waktu dan tempat. Yuk, pelajari cara mengubah direct speech menjadi indirect speech langkah demi langkah.
Apa Itu Direct dan Indirect Speech?
- Direct speech menyampaikan kata-kata pembicara persis seperti yang diucapkan dan ditulis di dalam tanda kutip. Contoh: She said, “I exercise every day.”
- Indirect speech, disebut juga reported speech, menyampaikan isi ucapan tanpa kutipan langsung. Biasanya, kalimat ini menggunakan klausa yang dihubungkan dengan that, disertai penyesuaian kata ganti, tense, dan keterangan waktu atau tempat. Contoh: She said that she exercised every day.
Tiga Perubahan Utama
Dalam tata bahasa Inggris, mengubah direct speech menjadi indirect speech pada dasarnya membutuhkan tiga penyesuaian berikut:
- Kata ganti (pronoun) disesuaikan dengan sudut pandang orang yang melaporkan ucapan.
- Tense digeser mundur (backshift) jika kata kerja pelapor berada dalam bentuk lampau.
- Keterangan waktu dan tempat disesuaikan dengan konteks pelaporan.
1. Perubahan Kata Ganti
Kata ganti berubah mengikuti siapa yang berbicara dan siapa yang melaporkan perkataan tersebut. Perubahan ini perlu memperhatikan konteks agar orang yang dimaksud tetap jelas.
- Direct speech: Tom said, “I like my job.”
- Indirect speech: Tom said that he liked his job.
Pada contoh tersebut, kata ganti I berubah menjadi he, sedangkan my berubah menjadi his karena ucapan Tom dilaporkan oleh orang lain.
2. Perubahan Tense (Backshift)
Jika kata kerja pelapor (reporting verb), seperti said, berada dalam bentuk lampau, tense dalam ucapan biasanya bergeser satu tingkat ke belakang. Perubahan ini disebut backshift.
- Simple present → Simple past
“I like it.” → He said he liked it. - Present continuous → Past continuous
“I am working.” → She said she was working. - Simple past → Past perfect
“I saw her.” → He said he had seen her. - Present perfect → Past perfect
“I have finished.” → She said she had finished. - Will → Would
“I will call you.” → He said he would call me. - Can → Could
“I can swim.” → She said she could swim. - May → Might
“I may come.” → He said he might come. - Must → Had to
“I must go.” → She said she had to go.
Kata kerja modal seperti could, should, would, might, ought to, dan used to pada umumnya tidak berubah dalam reported speech.
Kapan Tense Tidak Perlu Digeser?
Perubahan tense tidak selalu wajib dilakukan. Ada beberapa kondisi ketika tense dalam kalimat tetap dipertahankan.
- Kata kerja pelapor berbentuk simple present atau future.
Contoh: He says, “I am tired.” → He says that he is tired. - Ucapan berisi kebenaran umum atau fakta yang masih berlaku.
Contoh: The teacher said, “The earth goes around the sun.” → The teacher said that the earth goes around the sun.
3. Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat
Keterangan waktu dan tempat dapat berubah ketika ucapan dilaporkan dari waktu atau lokasi yang berbeda. Penyesuaiannya bergantung pada konteks, bukan sekadar mengganti setiap kata secara otomatis.
- now → then
- today → that day
- tonight → that night
- yesterday → the day before / the previous day
- tomorrow → the next day / the following day
- last week → the week before / the previous week
- next month → the following month
- ago → before
- here → there
- this → that
- these → those
Contoh perubahan dalam kalimat:
- Direct speech: He said, “I saw my sister at the cinema today.”
- Indirect speech: He said that he had seen his sister at the cinema that day.
Jenis Kalimat dan Cara Mengubahnya
Pernyataan (Statements)
Untuk melaporkan pernyataan, gunakan pola said that atau told + objek + that. Kata that sering kali dapat dihilangkan tanpa mengubah makna kalimat.
- “I am busy today,” he said. → He said (that) he was busy that day.
- “We will help you,” they told me. → They told me (that) they would help me.
Pertanyaan Ya atau Tidak (Yes/No Questions)
Gunakan pola asked + if/whether untuk melaporkan pertanyaan yang jawabannya berupa ya atau tidak. Susunan kata diubah menjadi susunan kalimat pernyataan, bukan susunan pertanyaan, dan tanda tanya dihilangkan.
- “Do you like coffee?” she asked. → She asked if I liked coffee.
- “Have you finished?” he asked. → He asked whether I had finished.
Pertanyaan dengan Kata Tanya (Wh-Questions)
Untuk pertanyaan yang menggunakan kata tanya seperti what, where, why, when, atau how, gunakan kata tanya yang sama tanpa menambahkan that. Susunan kalimat menjadi susunan pernyataan, dan kata bantu do, does, atau did dihilangkan jika tidak lagi diperlukan.
- “Where do you live?” he asked. → He asked where I lived.
- “Why is she crying?” they asked. → They asked why she was crying.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mempertahankan susunan kata dalam pertanyaan langsung. Contohnya, He asked where was she merupakan bentuk yang keliru. Bentuk yang benar adalah He asked where she was.
Perintah dan Permintaan (Commands and Requests)
Gunakan pola told/asked + objek + to-infinitive untuk melaporkan perintah atau permintaan. Untuk menyampaikan larangan, gunakan bentuk not to.
- “Close the door,” she said. → She told me to close the door.
- “Please help me,” he said. → He asked me to help him.
- “Don’t go there,” she said. → She told me not to go there.
Pada perintah dan permintaan, perubahan utamanya terletak pada penggunaan kata kerja berbentuk infinitif, kata ganti, serta keterangan waktu dan tempat jika diperlukan. Aturan backshift tidak diterapkan seperti pada pernyataan biasa.
Pilihan Reporting Verb
Selain said, told, dan asked, ada banyak reporting verb yang dapat digunakan untuk menyampaikan maksud pembicara secara lebih tepat. Beberapa di antaranya adalah replied, explained, admitted, suggested, advised, warned, promised, dan requested.
- “You should see a doctor,” he said. → He advised me to see a doctor.
- “I’ll be there at six,” she said. → She promised to be there at six.
Pemilihan reporting verb perlu disesuaikan dengan maksud ucapan. Misalnya, advised digunakan untuk menyampaikan nasihat, sedangkan promised menunjukkan janji.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika mengubah direct speech menjadi indirect speech, antara lain:
- Lupa mengubah kata ganti meskipun tense sudah disesuaikan.
- Menggunakan that sebelum pertanyaan, padahal seharusnya memakai if/whether atau kata tanya yang sesuai.
- Mempertahankan susunan kata pertanyaan dalam reported question.
- Tidak menyesuaikan keterangan waktu dan tempat ketika konteks pelaporan berubah.
- Mencampur bentuk direct speech dan indirect speech dalam satu kalimat.
Latihan Singkat Direct Speech dan Indirect Speech
Cobalah mengubah beberapa kalimat berikut menjadi indirect speech untuk menguji pemahamanmu.
- She said, “I am tired.” → She said that she was tired.
- He asked, “Where do you work?” → He asked where I worked.
- The teacher said, “Open your books.” → The teacher told us to open our books.
- Ann said, “I will call you tomorrow.” → Ann said that she would call me the next day.
Penutup
Mengubah direct speech menjadi indirect speech pada dasarnya melibatkan penyesuaian kata ganti, tense, serta keterangan waktu dan tempat, dengan tetap memperhatikan jenis kalimatnya, baik pernyataan, pertanyaan, maupun perintah. Dengan memahami pola-pola tersebut dan berlatih secara rutin, kamu dapat melaporkan ucapan orang lain dalam bahasa Inggris dengan tepat dan alami.



