Amoeba yang melayang di genangan air dan manusia yang sedang membaca artikel ini sama-sama makhluk hidup, tetapi tubuh keduanya disusun dengan cara yang sangat berbeda. Amoeba hanya terdiri dari satu sel, sedangkan tubuh manusia tersusun dari triliunan sel. Perbedaan jumlah sel inilah yang menjadi dasar pengelompokan makhluk hidup menjadi organisme uniseluler dan multiseluler. Yuk, kenali perbedaan keduanya beserta contohnya.
Apa Itu Organisme Uniseluler?
Organisme uniseluler adalah makhluk hidup yang tubuhnya hanya terdiri dari satu sel. Satu sel itu menjalankan seluruh fungsi kehidupan sekaligus, mulai dari mengambil makanan, bernapas, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, hingga berkembang biak. Karena itu, satu sel pada organisme uniseluler sudah dapat disebut sebagai satu organisme utuh. Sebagai pembanding, satu sel di dalam tubuh hewan tidak dapat disebut organisme karena ia hanya salah satu bagian dari organisme multiseluler.
Contoh organisme uniseluler:
- Bakteri
- Amoeba
- Paramecium
- Euglena
- Beberapa ganggang
- Protozoa
- Sebagian jamur, seperti khamir (ragi roti)
Apa Itu Organisme Multiseluler?
Organisme multiseluler adalah makhluk hidup yang tubuhnya tersusun dari banyak sel. Sel-sel ini tidak bekerja sendiri-sendiri. Sel yang sejenis berkumpul membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, organ membentuk sistem organ, dan beberapa sistem organ berkoordinasi membentuk satu individu.
Contoh organisme multiseluler:
- Manusia
- Hewan, seperti kupu-kupu dan kuda
- Tumbuhan
- Sebagian besar jamur, seperti jamur tiram dan jamur kuping
Perbedaan Organisme Uniseluler dan Multiseluler
- Jumlah sel: uniseluler terdiri dari satu sel, sedangkan multiseluler terdiri dari banyak sel.
- Ukuran tubuh: uniseluler umumnya berukuran mikroskopis, sedangkan multiseluler umumnya lebih besar karena jumlah selnya banyak.
- Tingkat organisasi: pada uniseluler, organisasi kehidupannya berhenti pada tingkat sel, bahkan satu sel sudah menjadi individu. Pada multiseluler, tingkat organisasinya lebih kompleks, yaitu sel → jaringan → organ → sistem organ → organisme.
- Pembagian kerja: pada uniseluler, satu sel mengerjakan semua fungsi hidup. Pada multiseluler, terdapat pembagian kerja sehingga sel yang berbeda memiliki tugas yang berbeda.
- Diferensiasi sel: uniseluler tidak mengalami diferensiasi seperti organisme multiseluler, sedangkan multiseluler mengalami diferensiasi, yaitu perubahan sel menjadi lebih khusus, misalnya sel saraf, sel otot, dan sel darah. Diferensiasi terjadi berulang kali sejak zigot sederhana hingga terbentuk jaringan dan organ yang rumit.
- Peran pembelahan sel: pada uniseluler, pembelahan sel umumnya berarti berkembang biak, yaitu menambah jumlah individu. Pada multiseluler, pembelahan sel melalui mitosis berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sedangkan reproduksi melibatkan sel kelamin pada organisme yang bereproduksi secara seksual.
- Cara berkembang biak: uniseluler umumnya berkembang biak secara aseksual melalui pembelahan sel, meskipun beberapa jenis juga memiliki cara reproduksi seksual. Multiseluler dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual, tergantung jenisnya.
- Ketergantungan antarsel: pada multiseluler, sel-sel saling bergantung dan berkomunikasi. Kematian satu sel tidak membuat seluruh organisme mati, sedangkan pada uniseluler, matinya sel berarti matinya organisme.
- Kemampuan memulihkan diri: organisme multiseluler memiliki jaringan yang dapat diganti atau diperbaiki sehingga tubuh dapat bertahan dari kerusakan sebagian sel.
Catatan Penting tentang Organisme Uniseluler dan Multiseluler
Uniseluler Tidak Selalu Prokariotik
Perlu diluruskan bahwa organisme uniseluler tidak otomatis berarti tidak memiliki inti sel. Bakteri memang uniseluler dan prokariotik, yaitu tidak memiliki inti sel yang dibungkus membran. Namun, Amoeba, Paramecium, Euglena, dan khamir juga uniseluler, tetapi termasuk organisme eukariotik yang memiliki inti sel bermembran. Sebaliknya, organisme multiseluler pada umumnya tersusun atas sel eukariotik.
Ada Bentuk di Antaranya: Koloni
Beberapa organisme hidup berkoloni, yaitu sekumpulan sel yang menyatu tetapi belum memiliki pembagian kerja yang jelas sebagaimana organisme multiseluler sejati. Selain itu, sebagian bakteri dapat membentuk struktur yang bersifat multiseluler. Hal ini menunjukkan bahwa batas antara uniseluler dan multiseluler tidak selalu tegas.
Keunggulan Organisme Uniseluler dan Multiseluler
Keunggulan Organisme Uniseluler
- Memiliki struktur tubuh yang sederhana.
- Dapat berkembang biak dengan cepat.
- Mampu hidup di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan ekstrem bagi jenis tertentu.
Keunggulan Organisme Multiseluler
- Memiliki ukuran tubuh yang umumnya lebih besar.
- Mempunyai struktur tubuh yang lebih kompleks.
- Memiliki pembagian kerja antarsel sehingga berbagai fungsi kehidupan dapat dijalankan secara lebih khusus dan efisien.
Peran Organisme Uniseluler dan Multiseluler dalam Kehidupan
Organisme uniseluler berperan penting dalam ekosistem, misalnya sebagai pengurai seperti bakteri, produsen di perairan seperti ganggang dan fitoplankton, serta dalam pembuatan makanan melalui proses fermentasi. Sementara itu, organisme multiseluler seperti tumbuhan dan hewan menjadi penyusun utama rantai makanan yang kita kenal.
Penutup
Perbedaan utama organisme uniseluler dan multiseluler terletak pada jumlah sel penyusun tubuhnya. Perbedaan tersebut kemudian memengaruhi ukuran tubuh, tingkat organisasi, pembagian kerja, dan diferensiasi sel. Memahami perbedaan ini membantu kita melihat betapa beragamnya cara kehidupan di bumi diorganisasikan, mulai dari satu sel mungil hingga tubuh dengan triliunan sel.



