Perlindungan Sosial 2023: Mendukung Kesejahteraan dan Ketahanan Ekonomi
Seiring berkurangnya angka pasien Covid-19 di tahun 2023 dan masyarakat kembali ke kehidupan normal, tantangan ekonomi masih memerlukan perhatian serius. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa anggaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk tahun ini mencapai Rp 476 triliun, meningkat 3,3% dari tahun sebelumnya.
Peningkatan alokasi dana ini diarahkan untuk mendukung daya beli masyarakat, khususnya 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Dalam konferensi pers THR dan Gaji 13 pada 29 Maret 2023, Sri Mulyani menjelaskan bahwa alokasi dana ini melibatkan berbagai program subsidi untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Program Perlindungan Sosial 2023
Program Keluarga Harapan (PKH): Penyaluran dana sebesar Rp 28,7 triliun untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
-
Program Sembako: Bantuan sosial melalui kartu sembako dengan dana sebesar Rp 45,1 triliun untuk 18,8 juta KPM.
-
Subsidi Energi dan Nonenergi: Diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, UMKM, petani, dan transportasi publik dengan total dana Rp 290,6 triliun.
-
Bantuan Iuran JKN: Dana sebesar Rp 46,5 triliun untuk memberikan bantuan iuran kepada 96,8 juta peserta.
-
Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan sebesar Rp 9,7 triliun untuk 20,1 juta siswa.
-
Bidikmisi/Kartu Indonesia Pintar Kuliah: Bantuan sebesar Rp 12,8 triliun untuk 99,3 ribu mahasiswa.
Tindakan Responsif Terhadap El-Nino
Meskipun alokasi anggaran Perlinsos yang besar telah disiapkan, masyarakat masih dihadapkan pada tekanan hidup yang semakin meningkat, terutama akibat kemarau El-Nino yang berkepanjangan. Fenomena ini memengaruhi hasil panen dan produksi pangan, mengakibatkan kenaikan harga pangan.
Sebagai respons, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,52 triliun untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) El-Nino. Bantuan ini ditujukan kepada 18,8 juta KPM penerima sembako, dengan besaran Rp 200 ribu per orang selama dua bulan (November-Desember 2023).
Kelanjutan Bantuan Pangan
Presiden Joko Widodo menegaskan kelanjutan pemberian bantuan pangan dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga Maret 2024, bahkan masih mempertimbangkan hingga Juni 2024. Bantuan tersebut berupa beras 10 kg per KPM setiap bulannya. Jumlah KPM juga ditambah menjadi 22 juta pada tahun depan.
Pengadaan bantuan ini, termasuk BLT El-Nino, diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga, terutama di kalangan masyarakat miskin dan rentan, sehingga ketahanan pangan dan kesejahteraan tetap terjaga. Presiden Jokowi berharap agar kelanjutan program bantuan dapat terus direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.



