Struktur Bumi Lengkap Beserta Penjelasannya
Bumi merupakan planet yang memiliki struktur berlapis dengan karakteristik dan fungsi berbeda pada setiap bagiannya. Jika dilihat dari permukaannya, bumi tampak seperti satu kesatuan, tetapi bagian dalamnya tersusun atas beberapa lapisan yang memiliki perbedaan suhu, tekanan, komposisi, dan sifat fisik.
Secara umum, struktur bumi dapat dipelajari berdasarkan sifat fisik maupun susunan kimianya. Berdasarkan sifat fisiknya, bumi terdiri atas kerak, mantel, dan inti bumi. Sementara itu, berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dikelompokkan menjadi atmosfer, hidrosfer, litosfer, dan biosfer.
Lantas, apa saja lapisan penyusun bumi dan bagaimana karakteristiknya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Struktur Lapisan Bumi Berdasarkan Sifat Fisik
Jika ditinjau berdasarkan sifat fisiknya, struktur bumi terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi.
1. Kerak Bumi (Crust)
Kerak bumi merupakan lapisan paling luar dari struktur bumi. Lapisan ini menjadi tempat manusia, hewan, dan tumbuhan hidup serta menjadi lokasi terbentuknya berbagai bentang alam seperti benua, pegunungan, lembah, dan dasar samudra.
Kerak bumi secara umum dibedakan menjadi kerak benua dan kerak samudra. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dari segi ketebalan dan jenis batuan penyusunnya.
Tersusun atas Berbagai Batuan dan Mineral
Kerak bumi mengandung berbagai jenis batuan dan mineral. Pada kerak benua, granit merupakan salah satu batuan yang banyak ditemukan, sedangkan kerak samudra didominasi oleh batuan basalt yang memiliki kepadatan lebih tinggi.
Kerak bumi juga menjadi tempat ditemukannya berbagai sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan mineral lainnya.
Menjadi Tempat Kehidupan dan Aktivitas Geologi
Sebagian besar aktivitas kehidupan berlangsung di permukaan kerak bumi. Selain menjadi tempat tinggal makhluk hidup, lapisan ini juga menjadi lokasi berlangsungnya berbagai proses geologi.
Pergerakan lempeng tektonik yang berkaitan dengan kerak bumi dapat menyebabkan terbentuknya pegunungan, gempa bumi, serta aktivitas gunung api.
Suhu Meningkat Seiring Kedalaman
Temperatur pada kerak bumi tidak sama di setiap bagian. Semakin jauh dari permukaan, suhu cenderung semakin tinggi. Pada bagian bawah kerak, temperaturnya dapat mencapai sekitar 1.100°C.
Memiliki Ketebalan Paling Kecil
Dibandingkan lapisan bumi lainnya, kerak merupakan lapisan yang paling tipis. Ketebalannya berbeda antara wilayah benua dan samudra.
Kerak benua memiliki ketebalan sekitar 20–70 kilometer, sedangkan kerak samudra umumnya sekitar 5–10 kilometer.
Menjadi Bagian dari Litosfer
Kerak bumi bersama bagian paling atas dari mantel yang bersifat kaku membentuk litosfer. Lapisan ini memiliki ketebalan keseluruhan sekitar puluhan hingga lebih dari 100 kilometer, bergantung pada lokasi dan definisi yang digunakan.
2. Mantel Bumi (Mantle)
Di bawah kerak bumi terdapat mantel, yaitu lapisan yang memiliki ketebalan paling besar dalam struktur internal bumi. Mantel berada di antara kerak dan inti bumi serta menyusun sebagian besar volume planet.
Mantel tersusun terutama atas batuan silikat yang kaya akan mineral seperti magnesium dan besi. Meskipun sebagian besar material mantel berada dalam keadaan padat, pada kondisi tertentu batuan tersebut dapat mengalami deformasi dan mengalir dengan sangat lambat.
Karakteristik mantel bumi meliputi:
- Tersusun terutama atas batuan silikat.
- Mengandung mineral seperti olivin dan mineral kaya magnesium serta besi.
- Memiliki suhu dan tekanan yang sangat tinggi.
- Materialnya dapat mengalami aliran sangat lambat.
- Pergerakan material di dalam mantel berkaitan dengan dinamika lempeng tektonik.
- Menyusun bagian terbesar dari volume bumi.
Ketebalan mantel mencapai sekitar 2.900 kilometer. Adapun suhunya bervariasi mulai 1.000°C di bagian atas hingga 3.700°C di bagian bawahnya mendekati inti.
Mantel bumi umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu mantel atas dan mantel bawah.
a. Mantel Atas
Mantel atas berada tepat di bawah kerak bumi. Bagian ini tersusun atas batuan padat, terutama batuan ultramafik seperti peridotit.
Sebagian mantel atas bersama kerak bumi membentuk litosfer yang bersifat relatif kaku. Di bawah bagian tersebut terdapat zona mantel yang lebih mudah mengalami deformasi sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan material dalam skala geologi.
Mantel atas memiliki peran penting dalam proses tektonik karena berkaitan dengan pergerakan lempeng bumi.
b. Mantel Bawah
Mantel bawah berada di bawah mantel atas hingga mendekati inti bumi. Tekanan yang sangat besar membuat material di bagian ini menjadi lebih rapat dan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan mantel atas.
Walaupun suhunya sangat tinggi, sebagian besar mantel bawah tetap berada dalam kondisi padat karena tekanan yang sangat besar. Materialnya dapat mengalami deformasi secara perlahan dalam waktu geologis.
3. Inti Bumi (Core)
Inti bumi merupakan bagian paling dalam dari struktur internal planet. Lapisan ini berada di bawah mantel dan tersusun terutama dari logam, khususnya besi dan nikel.
Inti bumi memiliki suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Berdasarkan sifat fisiknya, inti bumi terbagi menjadi inti luar dan inti dalam.
a. Inti Luar Bumi (Outer Core)
Inti luar merupakan bagian inti bumi yang berada di antara mantel dan inti dalam. Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 2.300 kilometer dan sebagian besar tersusun atas logam dalam keadaan cair.
Pergerakan logam cair di inti luar menghasilkan proses dinamo yang menjadi sumber utama medan magnet bumi. Medan magnet tersebut berperan penting dalam membantu melindungi bumi dari partikel bermuatan yang berasal dari angin matahari.
Suhu inti luar diperkirakan mencapai sekitar 4.500°C hingga 5.000°C. Kondisi tersebut, bersama tekanan yang ada, membuat lapisan ini memiliki karakteristik yang berbeda dari inti dalam.
b. Inti Dalam Bumi (Inner Core)
Inti dalam berada tepat di pusat bumi. Berbeda dengan inti luar, inti dalam bersifat padat meskipun memiliki suhu yang sangat tinggi.
Hal tersebut terjadi karena tekanan di pusat bumi sangat besar sehingga besi dan unsur logam lainnya tetap berada dalam keadaan padat.
Inti dalam memiliki radius sekitar 1.220 kilometer. Komposisinya didominasi oleh besi dan nikel, dengan temperatur yang diperkirakan mencapai sekitar 5.500°C.
Struktur Bumi Berdasarkan Susunan Kimia
Selain berdasarkan sifat fisik, bumi juga dapat dipahami berdasarkan komponen yang membentuk dan mendukung kehidupan di permukaannya. Pengelompokan ini meliputi atmosfer, hidrosfer, litosfer, dan biosfer.
1. Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi. Lapisan ini terdiri atas berbagai gas, dengan nitrogen dan oksigen sebagai komponen utama, disertai sejumlah kecil gas lainnya seperti argon dan karbon dioksida.
Atmosfer terbagi menjadi beberapa lapisan berdasarkan perubahan suhu dan karakteristiknya, yaitu:
- Troposfer
- Stratosfer
- Mesosfer
- Termosfer
- Eksosfer
Atmosfer sangat penting bagi kehidupan. Lapisan ini menyediakan gas yang dibutuhkan organisme, membantu mengatur kondisi suhu bumi, serta berperan dalam melindungi permukaan bumi dari sebagian radiasi berbahaya dan benda-benda kecil dari luar angkasa.
2. Hidrosfer
Hidrosfer merupakan seluruh bagian air yang terdapat di bumi. Komponennya tidak hanya berupa air laut dan sungai, tetapi juga mencakup danau, air tanah, gletser, salju, serta uap air di atmosfer.
Sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh air. Keberadaan hidrosfer sangat penting karena air dibutuhkan oleh hampir seluruh makhluk hidup dan menjadi bagian utama dalam berbagai proses alam, termasuk siklus air.
3. Litosfer
Litosfer merupakan lapisan batuan terluar bumi yang mencakup kerak bumi dan bagian paling atas mantel yang bersifat kaku.
Istilah litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos yang berarti batu dan sphaira yang berarti lapisan atau bola. Litosfer menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas tektonik.
Pergerakan lempeng litosfer dapat menyebabkan berbagai fenomena geologi, seperti pembentukan pegunungan, gempa bumi, dan aktivitas vulkanik.
4. Biosfer
Biosfer merupakan bagian bumi yang menjadi tempat berlangsungnya kehidupan. Lapisan ini mencakup wilayah yang mendukung keberadaan manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme lainnya.
Biosfer tidak berdiri sendiri karena kehidupan bergantung pada interaksi antara atmosfer, hidrosfer, dan litosfer. Di dalam biosfer berlangsung berbagai proses ekologis, termasuk rantai makanan, interaksi antarorganisme, dan keseimbangan ekosistem.
Kesimpulan
Struktur bumi tersusun atas berbagai lapisan dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda. Berdasarkan struktur internalnya, bumi terdiri atas kerak, mantel, dan inti yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa bagian. Sementara itu, berdasarkan komponen penyusunnya, bumi dapat dipahami melalui atmosfer, hidrosfer, litosfer, dan biosfer.
Setiap lapisan tersebut memiliki peranan penting bagi keberlangsungan planet. Mulai dari kerak sebagai tempat kehidupan dan aktivitas geologi, mantel yang berhubungan dengan dinamika bumi, hingga inti yang berperan dalam pembentukan medan magnet bumi. Sementara atmosfer, hidrosfer, litosfer, dan biosfer saling berinteraksi untuk menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan.


