Syair merupakan salah satu bentuk puisi lama yang diwariskan dalam khazanah sastra Melayu dan masih dikenal hingga saat ini. Karya sastra ini memiliki daya tarik karena dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, nasihat, petuah, maupun ungkapan perasaan melalui susunan bait yang indah.
Syair juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sastra di Nusantara. Salah satu syair tertua dalam sejarah kesusastraan Indonesia ditemukan terpahat pada batu nisan seorang raja di Minye Tujoh, Aceh, yang diperkirakan berasal dari tahun 1380 Masehi.
Pengertian Syair
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), syair adalah puisi lama yang setiap baitnya terdiri atas empat larik atau baris dan setiap barisnya berakhir dengan bunyi yang sama.
Kata syair berasal dari bahasa Arab, yaitu syi’ir atau syu’ur yang berarti perasaan atau menyadari. Kata tersebut kemudian berkembang menjadi syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum.
Syair merupakan bentuk puisi lama yang berasal dari tradisi sastra Persia dan masuk ke Nusantara bersamaan dengan berkembangnya Islam di Indonesia. Dalam perjalanannya, syair mengalami berbagai penyesuaian hingga menjadi bagian dari tradisi sastra Melayu dan memiliki karakteristik tersendiri.
Ciri-Ciri Syair
Syair memiliki sejumlah ciri yang membuatnya mudah dikenali dan membedakannya dari puisi lama lainnya. Berikut ciri-ciri syair:
- Setiap bait terdiri atas empat baris atau larik.
- Setiap baris terdiri atas 8 hingga 14 suku kata.
- Memiliki sajak akhir a-a-a-a pada setiap bait.
- Seluruh baris merupakan isi dan tidak memiliki sampiran seperti pantun.
- Umumnya menggunakan bahasa kiasan dan memiliki makna kias.
- Isinya dapat berupa cerita, nasihat, petuah, atau ungkapan perasaan.
- Satu bait biasanya belum menyampaikan cerita secara utuh sehingga makna keseluruhan dapat dipahami setelah membaca beberapa bait secara berkesinambungan.
Jenis-Jenis Syair
Berdasarkan isi dan tema yang digunakan, syair dapat dikelompokkan menjadi lima jenis.
1. Syair Panji
Syair panji menceritakan kehidupan di lingkungan istana atau kerajaan. Isinya dapat berkaitan dengan raja, bangsawan, maupun tokoh lain yang berada di lingkungan kerajaan.
Salah satu contoh karya yang termasuk jenis ini adalah Syair Ken Tambuhan.
2. Syair Romantis
Syair romantis umumnya mengangkat kisah percintaan yang dapat bersumber dari cerita rakyat, hikayat, maupun cerita pelipur lara lainnya.
Jenis syair ini banyak menggambarkan perasaan yang berkaitan dengan cinta dan persahabatan.
3. Syair Sejarah
Syair sejarah dibuat berdasarkan peristiwa, tokoh, atau tempat yang memiliki nilai sejarah. Syair jenis ini dapat menjadi catatan mengenai berbagai peristiwa penting pada suatu masa yang disampaikan dalam bentuk puisi.
4. Syair Kiasan
Syair kiasan menggunakan perumpamaan atau simbol tertentu, seperti hewan, bunga, dan buah, untuk menyampaikan sindiran terhadap suatu peristiwa atau keadaan secara halus.
5. Syair Agama
Syair agama memiliki tema yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan. Jenis syair ini dapat digunakan sebagai media dakwah sekaligus sarana menyampaikan ajaran moral kepada masyarakat.
Contoh Syair
Berikut contoh syair bertema nasihat yang menggambarkan struktur dan pola sajak syair:
Wahai ananda dengarlah pesan,
Rajin belajar jangan segan.
Ilmu di dunia jadi bekalan,
Untuk meraih masa depan.Jauhkan diri dari sifat malas,
Perbanyak usaha jangan cemas.
Hidup di dunia haruslah keras,
Agar kelak hasilnya lekas.Jagalah lisan serta perbuatan,
Hormati orang tua sepanjang zaman.
Itulah kunci menuju kebahagiaan,
Dunia akhirat penuh keberkahan.
Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa setiap bait terdiri atas empat baris dengan pola sajak a-a-a-a. Seluruh baris juga berisi pesan atau makna, tanpa adanya sampiran seperti yang terdapat dalam pantun.
Perbedaan Syair dengan Pantun
Syair dan pantun sama-sama termasuk puisi lama, tetapi memiliki struktur yang berbeda. Pada syair, keempat baris dalam setiap bait merupakan isi. Sementara itu, pantun memiliki dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris berikutnya sebagai isi.
Syair juga umumnya menggunakan pola sajak a-a-a-a, sedangkan pantun menggunakan pola sajak a-b-a-b. Perbedaan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenali kedua bentuk puisi lama tersebut.
Kesimpulan
Syair merupakan salah satu warisan sastra Melayu yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Bentuk puisi lama ini dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, nasihat, petuah, nilai agama, hingga ungkapan perasaan melalui rangkaian bait yang memiliki pola tertentu.
Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contoh syair, masyarakat dapat lebih mengenal sekaligus menghargai kekayaan sastra Melayu yang telah bertahan dan berkembang melewati berbagai zaman.



