Tipe-Tipe OCD yang Paling Umum Beserta Ciri-Cirinya
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya pikiran berulang yang sulit dikendalikan (obsesi) serta dorongan untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang (kompulsi). Pola gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda, tergantung pada jenis obsesi dan kompulsi yang muncul.
Mengenali berbagai pola OCD dapat membantu seseorang memahami gejala yang dialami oleh diri sendiri maupun orang terdekat. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila gejala mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
1. The Checkers
The checkers ditandai dengan kebiasaan memeriksa sesuatu secara berulang. Penderita merasa cemas ketika belum mendapatkan kepastian bahwa suatu hal telah dilakukan dengan benar.
Contohnya, seseorang yang sudah mengunci pintu tetap kembali memeriksanya berkali-kali karena merasa belum yakin pintu tersebut benar-benar terkunci. Perilaku serupa dapat terjadi saat memeriksa kompor, jendela, atau peralatan listrik.
2. Washers and Cleaners
Washers and cleaners berkaitan dengan ketakutan berlebihan terhadap kotoran atau kuman. Penderita dapat menghindari kontak dengan orang lain atau benda yang dianggap tidak higienis.
Kecemasan terhadap kontaminasi juga dapat mendorong perilaku membersihkan diri secara berlebihan, seperti mencuci tangan berulang kali hingga kulit terasa perih. Meskipun lingkungan atau benda sebenarnya sudah bersih, penderita tetap dapat merasa khawatir akan adanya kotoran atau kuman.
3. Orderers
Orderers merupakan pola OCD yang ditandai dengan perhatian berlebihan terhadap keteraturan dan kerapian. Penderita dapat merasa sangat tidak nyaman ketika melihat benda yang tidak tersusun sesuai pola atau urutan yang dianggap benar.
Sebagai contoh, seseorang dapat merasa terganggu ketika berbagai jenis makanan tercampur di dalam piring. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, makanan kemudian dipisahkan agar tidak saling bersentuhan.
4. Obsessionals
Obsessionals ditandai dengan munculnya pikiran obsesif dan intrusif yang dapat mendorong seseorang melakukan sesuatu secara sempurna atau mengikuti keyakinan tertentu.
Beberapa orang dapat memiliki ritual khusus yang harus dilakukan dengan cara atau urutan tertentu, misalnya selalu masuk rumah dengan kaki kanan terlebih dahulu atau melakukan aktivitas kebersihan dengan jumlah pengulangan tertentu. Ketika ritual tersebut tidak dilakukan sesuai aturan yang diyakini, kecemasan dapat meningkat.
5. Hoarders
Hoarders ditandai dengan kesulitan membuang atau melepaskan barang, termasuk benda yang sudah tidak memiliki manfaat atau nilai ekonomi. Penderita dapat merasa cemas ketika harus membuang barang yang telah disimpan.
Barang-barang tersebut dipertahankan karena adanya anggapan bahwa suatu saat benda tersebut masih akan dibutuhkan.
Pentingnya Mengenali Tipe OCD
Mengenali pola gejala OCD dapat membantu seseorang lebih cepat menyadari adanya masalah yang perlu diperhatikan. Meski memiliki ciri yang berbeda, gejala OCD dapat mengganggu aktivitas apabila obsesi dan kompulsi dilakukan secara berlebihan.
Jika gejala mulai menghambat pekerjaan, sekolah, aktivitas sehari-hari, atau hubungan sosial, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Diagnosis dan penanganan perlu dilakukan oleh tenaga profesional, dengan pilihan terapi yang dapat mencakup psikoterapi, pengobatan, atau kombinasi keduanya.



