Sebanyak 3.917 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru angkatan 2020 yang dilaksanakan secara daring. Acara yang digelar, Senin(12/10) diisi kuliah umum yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah , Prof. DR Haedar Nashir.
Kegiatan diawali dengan sidang senat terbuka yang dihadiri seluruh anggota dan dipimpin langsung Rektor, Dr Agussani, MAP. Sedangkan para mahasiswa baru hadir secara virtual mengikuti seluruh rangkaian acara.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi mengingatkan, para mahasiswa baru UMSU agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Menurutnya, peradaban sejarah bangsa dunia dimulai dari mereka yang berilmu. Ilmuan menjadi inspirasi bagi peradaban dunia, dalam peradaban Islam tidak lebihnya sama. Sampai Islam meluas di seluruh muka bumi juga tidak bisa dilepaskan dari peran ilmuan yang mengembangkan ilmunya.

Sejalan dengan itu, Haedar menyinggung bahwa mahasiswa sekarang tidak cukup hanya mendalami satu bidang iilmu, melainkan juga harus belajar bidang ilmu lain.
“Bersyukur kalau kalian mau belajar bidang ilmu lain untuk menambah wawasan keilmuan. Karena dunia hari ini dan kedepan tidak cukup diselesaikan oleh disiplin ilmu dan para ilmuan di bidang masing-masing. Tetapi memerlukan interkoneksi keilmuan,” tutur Haedar.
Mengutip Prof. Amin Abdullah, menurut Haedar interkoneksi ilmu menjadi sangat penting dalam membangun kehidupan kedepan. Di depan ribuan mahasiswa secara virtual, Haedar berpesan kepada mereka untuk belajar dengan gigih dan sunguh-sunguh, serta bertanggungjawab dalam mencari ilmu. Hidup di tengah kemajuan teknologi informasi, tidak boleh ada alasan sukar bahan.
Selain itu, demi mencapai kebaikan untuk diri dan bangsa yang luhur, Haedar meminat kepada mahasiswa supaya memiliki akhlak dan kepribadian yang luhur. Menurutnya, sikap tersebut akan bisa diterapkan dalam situasi, keadaan dan waktu kapan pun. Karena sikap kejujuran, kebaikan dan budi luhur itu adalah sikap universal.

“Tidak bisa orang itu memenangi persaingan ketika dia tidak punya kemampuan diatas rata-rata. Tetapi orang yang kecerdasannya biasa, namun ia sunguh-sunguh percaya, ialah orang yang akan meraih kesuksesan. Sebaliknya orang yang mempunyai kecerdasan tinggi namun disia-siakan, dia tidak akan bisa meraih keberhasilan,” ucapnya.
Selanjutnya yang diamanahkan kepada mahasiswa adalah tanggung jawab sosial, termasuk juga tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat. Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kata Haedar bukanlah kampus yang melahirkan orang-orang egois. Yang dengan kepandaian, ilmu dan keahliannya mementingkan diri sendiri.
Mahasiswa Muhammadiyah tidak boleh acuh terhadap masalah lingkungan, sosial dan masyarakat terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini. Mahasiswa Muhammadiyah harus memberi nilai lebih kepada lingkungan dan orang-orang sekitarnya. Tentu juga termasuk mencitai kepada orang tua, adalah kunci sukses mahasiswa Muhammadiyah.
“Kalian juga harus memberi manfaat terbaik dari ilmu dan keahlian untuk masayrakat, tidak haru menunggu menjadi sarjana,” katanya.

“Kalian kedepan akan hidup dalam pergulatan yang kompleks, termasuk ketika diberi amanah mengurus negara. Dimanapun jadilah orang-orang yang bermoral tinggi, bertanggung jawab terhadap amanah. Bangsa akan gaduh dan berat persoalannya karena elite dan pimpinannya tidak punya responbility yang kuat,” Tuturnya
“Melalui ilmu dan pengalaman ketika kalian berbagi dengan sesama jangan pernah merasa kehilangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP mengatakan, pelaksanaan kegiatan PKKMB angkatan Tahun 2020 terpaksa dilaksanakan secara virtual, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. Meski begitu, tidak mengurangi nilai dan semangat bagi mahasiswa baru UMSU untuk nantinya memulai aktifitas kuliah dan belajar menuntut ilmu dan mengasah kemampuan akademik serta kreatifitas.
Dijelaskan dia, selama masa pandemi Covid -19 UMSU berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah maka pelaksanaan kuliah akan dilakukan secara daring dengan e learning.
Rektor berharap, mahasiswa baru UMSU nantinya bisa beradaptasi dengan belajar melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. “Tentunya kondisi pandemi Covid -19 tidak menghalangi dalam mengembangkan kemampuan akademik dan kreatifitas bagi para mahasiswa baru karena keberadaan teknologi memungkinkan untuk melaksanakan semua aktifitas pembelajaran,” katanya.
Sebagai penutup, Rektor memperkenalkan seluruh pimpinan universitas dan fakultas yang hadir bersama di dalam ruangan dengan penerapan protokol kesehatan. Dalam kegiatan ini seluruh rangkaian acara termasuk perkenalan unit kegiatan mahasiswa ditayangkan secara virtual.

