Sebanyak 4125 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) kloter pertama tahun 2025. Pembukaan digelar pada Sabtu (11/10) di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda wajib dalam upaya pembentukan karakter dan penguatan ideologi kemuhammadiyahan di kalangan mahasiswa baru.
Acara dibuka langsung oleh Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Dr. H. Bahril Datuk, M.M dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan BAM merupakan bagian dari pembentukkan karakter islami dan proses pengkaderan dalam lingkungan Muhammadiyah.
“Tujuan BAM ini untuk pembentukan karakter, pendalaman ideologi agama, disiplin, dan peningkatan pemahaman ibadah. Dari sisi persyarikatan Muhammadiyah, BAM adalah proses pengkaderan di Muhammadiyah. Perlu disadari bahwa hari ini ananda melangkah pertama menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah,” tutur Bahril.

“Dalam BAM ini kita akan diajarkan menjadi orang-orang yang istiqomah dalam beribadah dan membangun habit,” pungkasnya.
Sebelumnya, WR I Prof. Muhammad Arifin, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi informasi saat ini telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun, menurutnya, teknologi hanya mampu mengembangkan aspek intelektual, sementara sisi emosional dan spiritual tidak dapat dibentuk oleh teknologi.
“Revolusi teknologi informasi telah masuk dalam kehidupan kita. Begitu dahsyatnya kemajuan teknologi dalam intelektual ini. Rasanya tidak ada kehidupan yang terlepas dari ini. Tapi perlu diingat, teknologi hanya membina dari segi intelektualitas saja, aspek emosional dan spiritual tidak akan dikenal,” ujar Prof. Arifin dalam sambutannya.
D
“Delapan puluh persen yang membuat kita sukses itu adalah spiritual dan emosional. Maka dari itu, UMSU selalu melaksanakan BAM sebagai pembentukan karakter yang tidak bisa dididik oleh teknologi, seperti kejujuran, kepedulian, dan kehambaan kita kepada Allah. Itulah yang menentukan kehidupan kita sampai ke akhirat nanti,” tambahnya.
Menurutnya, BAM merupakan salah satu upaya konkret kampus untuk menanamkan nilai-nilai karakter islami kepada mahasiswa.
“Ikutilah BAM ini dengan semaksimal mungkin. Jangan dianggap remeh, karena dari sinilah nanti akan diperdalam lagi pada mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi ciri khas UMSU dan tidak diperoleh dari universitas manapun,” pesannya.

Hadir pada pembukaan ini Ketua Badan Al Islam dan Kemuhammadiyahaan (BIM) UMSU, Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag, Para Dekan dan dan Wakil Dekan se-UMSU dan Kepala Biro Kemahasiswaan Dr. Radiman, SE., M.Si.


