KKN diawali dengan upacara pelepasan oleh Rektor UMSU diwakili Wakil Rektor Biidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi, Dr.Rudianto, MSi, di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri Np.3 Medan, Selasa (18/8).
Peserta terbagi menjadi dua kelompok, yakni KKN Reguler sebanyak 312 mahasiswa disebar di 31 desa di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Deliserdang. Sementara sebanyak 56 mahasiswa lainnya mengikuti KKN Internasional di Kualalumpur, Malaysia, dan 36 mahasiswa mendapatkan rekognisi KKN karena sebelumnya sudah melaksanakan pengabdian dan berbagai kegiatan lainnya.

“Sebagai calon lulusan perguruan tinggi, kemampuan berkomunikasi menjadi hal yang paling penting. Ability to communicate harus dimiliki untuk melihat sejauh mana kita mampu membangun komunikasi dengan aparat desa maupun masyarakat desa,” katanya.
Selanjurnya, dr. Rudianto menyampaikan pentingnya kemampuan membangun networking, ability to connect with people, sehingga kita tidak hanya memiliki relasi di dunia maya, tapi juga di tengah masayarakat.
“Jangan tinggalkan UMSU sebelum punya skill. Ketika menjadi alumni dan keluar dari UMSU, harus memiliki new skill, agar ketika memegang ijazah UMSU, kita bisa lebih unggul dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya,” pesannya.
Menurut WR RIPI, KKN merupakan salah satu momentum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di tengah masyarakat sekaligus membangun jejaring. Dia juga menyoroti pentingnya pengalaman internasional sebagai bagian dari pengembangan kapasitas mahasiswa di tengah tuntutan dunia yang semakin terbuka.

Dekan menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKN maupun PKL dapat dikembangkan menjadi gagasan penelitian untuk penyelesaian studi.
“Apa yang kalian dapat di lokasi KKN dan PKL juga bisa dijadikan judul skripsi untuk menyelesaikan studi,” ujarnya.
Untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan dengan baik, para dosen pembimbing diwajibkan mengunjungi lokasi KKN setidaknya satu kali sejak kegiatan dimulai.



