Alliance Française Medan (AF Medan) menggelar kegiatan launching Warung Prancis sekaligus sharing session bersama mahasiswa asal Prancis di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Acara digelar di Perpustakaan Kampus Jalan Muchtar Basri, No.3 Medan, Rabu (29/4).
Acara dibuka langsung oleh WR III Dr. Rudianto, M.Si dihadiri Vocational Instructor AF Medan Sylvian Lelong-Lacroix, Mahasiswa asal Prancis Magang di AF Medan Julia Marbot, Penanggung jawab bidang pedagogi AF Medan Gea, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia Nur Hidayah, Ketua OIC UMSU Rafiqah Nalar Rizky, M.A dan Kepala Biro Kemahasiswaan Abdurrahman Zuhdi, S.I.Kom., M.I.Kom.

Vocational Instructor AF Medan Sylvian menjelaskan bahwa AF Medan merupakan pusat bahasa dan budaya Prancis yang berfokus pada pertukaran budaya. Kehadiran Warung Prancis dirancang sebagai ruang belajar yang santai dan tidak formal, namun tetap edukatif.
“Warung Prancis bukan kelas formal, tetapi tempat berkumpul, belajar, dan mengenal budaya Prancis melalui berbagai kegiatan interaktif. Ke depan kami akan membuat lebih banyak program kolaborasi bersama UMSU,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Warung Prancis di lingkungan kampus. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk penyegaran akademik sekaligus membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mempelajari bahasa asing.
“Kita bersyukur Warung Prancis hadir sebagai ruang baru bagi mahasiswa. Selama ini UMSU telah memiliki pembelajaran bahasa Inggris dan Arab, serta sebelumnya juga telah merencanakan pengembangan bahasa Tiongkok. Harapannya, bahasa Prancis juga semakin diminati karena peluang studi dan pengalaman internasionalnya sangat besar,” ujarnya.
Dia juga berharap kerja sama ini dapat berkembang menjadi kegiatan yang lebih besar di masa mendatang serta menarik mahasiswa yang tertarik pada dunia internasional dan kebudayaan global.
Pada sesi sharing session, Mahasiswa asal Prancis, Julia berbagi pengetahuan tentang berbagai stereotip tentang masyarakat Prancis yang sering berkembang. Kemudian, Gea membawa sesi bahasa Prancis dan Nur Hidayah mempresentasikan tentang kampus-kampus di Prancis.
Melalui kegiatan ini, AF Medan dan UMSU berharap mahasiswa dapat mengenal Prancis secara lebih autentik, sekaligus membuka wawasan tentang peluang belajar dan pertukaran budaya internasional di masa depan.


