Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi dan Politik Lengkap dengan Contohnya
ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations merupakan organisasi regional yang menjadi wadah kerja sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama ASEAN mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, keamanan, sosial, budaya, pendidikan hingga lingkungan.
Di bidang ekonomi dan politik, ASEAN memiliki berbagai bentuk kerja sama yang bertujuan menciptakan kawasan yang lebih stabil, terintegrasi, damai, dan memiliki daya saing. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai perjanjian, forum, kebijakan, serta program bersama antarnegara anggota.
Lantas, apa saja bentuk kerja sama ASEAN di bidang ekonomi dan politik? Berikut penjelasan lengkap beserta contohnya.
Apa Itu Kerja Sama ASEAN?
Kerja sama ASEAN adalah hubungan dan kegiatan bersama yang dilakukan negara-negara anggota ASEAN untuk mencapai kepentingan bersama di kawasan Asia Tenggara.
Dalam bidang ekonomi, kerja sama diarahkan untuk memperkuat integrasi pasar, perdagangan, investasi, serta konektivitas ekonomi antarnegara. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui ASEAN Economic Community (AEC) yang secara resmi dibentuk pada 31 Desember 2015.
AEC bertujuan membangun kawasan ekonomi yang lebih terintegrasi dengan arus barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil yang semakin terbuka di antara negara anggota.
Sementara itu, kerja sama politik dan keamanan bertujuan menjaga perdamaian, stabilitas, serta hubungan baik antarnegara di kawasan. ASEAN Political-Security Community (APSC) menjadi salah satu kerangka utama dalam kerja sama tersebut.
Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi
Berikut beberapa bentuk kerja sama ASEAN di bidang ekonomi yang penting untuk diketahui.
1. Meningkatkan Perdagangan Antarnegara ASEAN
Salah satu bentuk kerja sama ekonomi ASEAN adalah meningkatkan perdagangan barang antarnegara anggota. Upaya ini dilakukan dengan mengurangi hambatan perdagangan dan memberikan fasilitas perdagangan yang lebih mudah.
Salah satu landasan pentingnya adalah ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Perjanjian ini ditandatangani pada 26 Februari 2009 dan mulai berlaku pada 17 Mei 2010. ATIGA memperkuat dan menggantikan skema Common Effective Preferential Tariff dalam ASEAN Free Trade Area (CEPT/AFTA).
Contohnya: produk dari Indonesia yang memenuhi ketentuan asal barang dapat memperoleh tarif preferensial ketika diperdagangkan ke negara ASEAN lainnya sesuai ketentuan ATIGA.
2. ASEAN Free Trade Area (AFTA)
AFTA atau ASEAN Free Trade Area merupakan salah satu bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang bertujuan mendorong perdagangan bebas di kawasan.
Melalui pengurangan hambatan tarif dan berbagai fasilitas perdagangan, negara-negara ASEAN dapat meningkatkan arus barang antarnegara. Skema CEPT/AFTA yang disepakati pada 1992 kemudian ditingkatkan melalui ATIGA.
Contohnya: pelaku usaha di negara ASEAN dapat memanfaatkan tarif preferensial untuk produk yang memenuhi persyaratan asal barang berdasarkan perjanjian perdagangan ASEAN.
3. Mempermudah Proses Perdagangan dan Kepabeanan
ASEAN juga bekerja sama untuk membuat proses keluar-masuk barang antarnegara menjadi lebih cepat dan efisien.
Salah satu contohnya adalah ASEAN Single Window (ASW). Sistem ini menghubungkan National Single Window negara-negara ASEAN dan memungkinkan pertukaran dokumen perdagangan lintas batas secara elektronik.
Tujuannya adalah mempercepat proses pengurusan kargo dan mendukung integrasi ekonomi ASEAN.
Contohnya: pertukaran dokumen elektronik seperti ATIGA e-Form D dapat dilakukan melalui sistem ASEAN Single Window untuk mendukung pemberian tarif preferensial.
4. Meningkatkan Investasi di Kawasan ASEAN
Kerja sama ekonomi ASEAN juga mencakup investasi. ASEAN berupaya menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih menarik dan terintegrasi bagi kegiatan investasi.
AEC dirancang untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan, termasuk dalam hal investasi, serta membangun kawasan yang lebih kompetitif dan terhubung.
Contohnya: perusahaan dari salah satu negara ASEAN dapat melakukan investasi di negara anggota ASEAN lainnya dengan memanfaatkan kerangka kerja sama dan aturan investasi regional yang berlaku.
5. Kerja Sama di Bidang Jasa
Kerja sama ekonomi ASEAN tidak hanya mencakup perdagangan barang, tetapi juga sektor jasa.
AEC mendorong integrasi ekonomi melalui arus jasa yang semakin terbuka di kawasan. Kerja sama ini dapat mencakup berbagai sektor jasa, termasuk transportasi, pariwisata, keuangan, dan layanan profesional.
Contohnya: peningkatan akses pasar bagi penyedia jasa dari negara ASEAN lainnya sesuai dengan komitmen yang disepakati masing-masing negara.
6. Meningkatkan Daya Saing Ekonomi ASEAN
ASEAN juga bekerja sama untuk menciptakan kawasan ekonomi yang kompetitif. Kerja sama dilakukan melalui pengembangan standar, kebijakan persaingan, perlindungan konsumen, hak kekayaan intelektual, serta berbagai kebijakan pendukung kegiatan usaha.
Contohnya: negara-negara ASEAN mengembangkan kerja sama dan standar tertentu agar kegiatan perdagangan dan produksi di kawasan dapat berjalan lebih efisien.
7. Mengembangkan UMKM
Usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian negara-negara ASEAN. Karena itu, penguatan kapasitas dan akses pasar bagi pelaku usaha menjadi bagian dari agenda kerja sama ekonomi ASEAN.
ASEAN juga menyediakan mekanisme seperti ASEAN Solutions for Investments, Services and Trade (ASSIST) untuk membantu perusahaan ASEAN menghadapi persoalan operasional lintas negara terkait implementasi perjanjian ekonomi ASEAN.
Contohnya: perusahaan ASEAN yang menghadapi kendala operasional terkait perdagangan barang atau jasa lintas negara dapat menggunakan mekanisme ASSIST untuk mencari penyelesaian secara konsultatif.
Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Politik
Selain ekonomi, ASEAN memiliki kerja sama yang kuat di bidang politik dan keamanan. Tujuan utamanya adalah menjaga perdamaian, stabilitas, serta hubungan baik antarnegara di kawasan.
Berikut beberapa bentuk kerja sama ASEAN di bidang politik.
1. Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Kawasan
ASEAN berupaya menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, stabil, dan aman melalui dialog serta kerja sama antarnegara.
Dalam kerangka ASEAN Political-Security Community, ASEAN mendorong terbentuknya komunitas yang berlandaskan aturan, memiliki nilai dan norma bersama, serta mampu menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Contohnya: negara-negara ASEAN melakukan pertemuan dan konsultasi untuk membahas persoalan politik dan keamanan yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
2. Penyelesaian Konflik Secara Damai
ASEAN mendorong penyelesaian perselisihan antarnegara melalui cara damai dan menghindari penggunaan kekerasan.
Prinsip tersebut tercermin dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) yang memuat prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, penyelesaian perselisihan secara damai, serta penolakan terhadap ancaman atau penggunaan kekuatan.
Contohnya: ketika terdapat perbedaan kepentingan antarnegara, ASEAN mendorong dialog, konsultasi, dan mekanisme diplomasi daripada penggunaan kekuatan.
3. Mengutamakan Konsultasi dan Konsensus
Salah satu karakteristik penting kerja sama politik ASEAN adalah pengambilan keputusan melalui konsultasi dan konsensus.
ASEAN Charter menetapkan bahwa pengambilan keputusan ASEAN pada prinsipnya dilakukan berdasarkan konsultasi dan konsensus.
Contohnya: negara-negara anggota ASEAN membahas suatu persoalan melalui pertemuan dan konsultasi hingga mencapai kesepakatan bersama.
4. Kerja Sama Keamanan melalui ASEAN Regional Forum
ASEAN Regional Forum (ARF) menjadi salah satu forum yang digunakan untuk membahas berbagai persoalan politik dan keamanan di kawasan Asia-Pasifik.
ARF pertama kali diselenggarakan di Bangkok pada 25 Juli 1994. Forum ini berkembang sebagai wadah dialog dan konsultasi mengenai isu politik dan keamanan regional.
Contohnya: negara peserta ARF melakukan dialog mengenai keamanan regional, membangun kepercayaan, dan mengembangkan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
5. Menghormati Kedaulatan dan Tidak Mencampuri Urusan Dalam Negeri
Prinsip non-intervensi menjadi salah satu dasar hubungan antarnegara ASEAN. Setiap negara anggota menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional negara lain.
Contohnya: negara anggota ASEAN menghormati hak masing-masing negara untuk mengatur urusan domestiknya sendiri tanpa campur tangan dari negara anggota lainnya.
6. Meningkatkan Kerja Sama Politik dan Diplomatik
ASEAN juga menjadi wadah bagi negara-negara Asia Tenggara untuk melakukan komunikasi dan diplomasi secara rutin.
Melalui berbagai pertemuan tingkat kepala negara, menteri luar negeri, pejabat senior, serta forum ASEAN lainnya, negara anggota dapat bertukar pandangan mengenai isu regional dan internasional.
Contohnya: para pemimpin negara ASEAN melakukan pertemuan dalam ASEAN Summit untuk membahas berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan kawasan.
Tujuan Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi dan Politik
Secara umum, kerja sama ekonomi dan politik ASEAN memiliki sejumlah tujuan, di antaranya:
- meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara anggota;
- memperluas perdagangan antarnegara ASEAN;
- mendorong investasi di kawasan;
- meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN;
- memperlancar arus barang dan jasa;
- menciptakan kawasan yang damai dan stabil;
- mencegah konflik antarnegara;
- menyelesaikan perselisihan melalui cara damai;
- memperkuat hubungan diplomatik antarnegara;
- meningkatkan posisi ASEAN dalam hubungan internasional.
Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa ASEAN tidak hanya berfokus pada hubungan ekonomi. ASEAN juga membangun komunitas politik dan keamanan yang berlandaskan aturan, dialog, kerja sama, serta prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama.
Kesimpulan
Bentuk kerja sama ASEAN di bidang ekonomi dan politik mencakup berbagai kegiatan yang saling berkaitan. Di bidang ekonomi, kerja sama diwujudkan melalui AEC, AFTA, ATIGA, ASEAN Single Window, perdagangan, investasi, jasa, serta peningkatan daya saing kawasan.
Sementara itu, di bidang politik, ASEAN mengutamakan perdamaian, stabilitas, konsultasi, konsensus, penghormatan terhadap kedaulatan, penyelesaian konflik secara damai, serta kerja sama melalui forum seperti APSC dan ARF.
Dengan berbagai bentuk kerja sama tersebut, ASEAN berupaya membangun Asia Tenggara sebagai kawasan yang semakin terintegrasi, damai, stabil, dan memiliki daya saing di tingkat global.



