Badan Gizi Nasional gandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk mendorong program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Selain menjadi tuan rumah sosialiasi pelatihan pemberdayaan komunitas masyarakat mendukung program MBG di KPPG Medan, juga akan membangun dapur MBG .
Kegiatan ini berkaitan dengan tindaklanjut kerja sama Badan Gizi Nasional dan Muhammadiyah yang telah disepakati pada gala Dinner Tanwir Muhammadiyah di Kupang.Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan pelatihan yang dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP bersama Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, S.Kom., CRMO Senin (30/9) di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Muhammadiyah yang dinilai profesional dalam mendukung program MBG.
“Program MBG ini program mulia untuk menyesuaikan pemenuhan gizi secara nasional. Memberikan Makan Bergizi Gratis itu bukan hanya untuk kenyang, tapi konsumsinya untuk tumbuh kembang anak agar sesuai standar dan normal,” jelasnya.
BGN juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk menjangkau 82,9 juta penerima dengan target 32 ribu dapur MBG. Menurutnya, masih banyak dapur MBG yang dibangun untuk mencapai target tersebut, salah satunya di Sumatera Utara.“Luar biasanya di Muhammadiyah ini yang paling banyak dapur MBG-nya, ini luar biasa. Mari kita dukung program MBG agar anak-anak tumbuh sehat, ceria, dan bisa memajukan negara,” tutupnya.
Sementara Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM), Dr. M. Nurul Yamin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan, bahwa Muhammadiyah memiliki panggilan ideologis dan religius untuk berperan aktif dalam program ini.
“Panggilan utama Muhammadiyah terhadap program ini yaitu kerisalahan. Maka ini menjadi landasan untuk menggerakkan program MBG dari segala level organisasi,” tegas Nuryamin.
Dia menekankan tiga manfaat utama pengelolaan MBG: meningkatkan kesehatan anak didik, ibu hamil, menyusui, dan balita; menggerakkan roda ekonomi; serta membangun tata kelola yang profesional dan amanah.“Ada tiga pilar yang menjadi prinsp Muhammadiyah dalam mengelola MBM untuk sukses Program MBG ini yaitu keamanan pangan, tata kelola yang profesional dan amanah, kemudian ekosistem yang tidak terpisah-pisah,” tambahnya.
Sebelumnya, Rektor UMSU Prof. Agussani menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kehormatan sekaligus bentuk komitmen persyarikatan Muhammadiyah dalam mendukung program pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.
“Acara ini adalah bagian dari komitmen Badan Gizi Nasional kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Program yang digulirkan ini luar biasa dan sangat memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Rektor UMSU.

Dia menambahkan bahwa UMSU siap menjadi salah satu titik pelaksanaan dapur MBG di Sumatera Utara. Hal ini juga sekaligus sebagai bentuk komitmen dalam menindaklanjuti MoU antara BGN dengan PP Muhammadiyah.
“Nantinya, UMSU siap dijadikan tempat pelaksanaan. Belum ada satu titik dapur dari Muhammadiyah di Sumut, kami berusaha setidaknya ada dapur Muhammadiyah yang beroperasional di Sumut. Hari ini kita akan berkunjung ke lahan UMSU yang telah disiapkan untuk dapur Makan Bergizi Gratis di Sumut,” jelasnya.
UMSU bahkan menyiapkan lahan pertanian dan peternakan untuk mendukung pasokan kebutuhan dapur MBG.
“Sumut setidak-tidaknya punya empat titik dapur. Kita harapkan dari sosialisai ini, yang paling penting nantinya adalah informasi yang jelas terkait program MBG,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya Muhammadiyah, dalam meningkatkan gizi nasional dan menekan angka stunting di Indonesia.
Hadir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara, Koordinator Wilayah MBG Sumatera Utara, Muhammad Irsyad, S.Kom., M.M., beserta jajaran, para narasumber: Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, H. Muhammad Faisal Hasrimy, A.P., M.A.P, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara, Dr. Naslindo Sirait, S.E., M.M, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-angin, S.P., M.P serta seluruh peserta.
Usai pembukaan kegiatan sosialisasi, Rektor UMSU bersama, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, dan Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM), Dr. M. Nurul Yamin, M.Si meninjau pembangunan auditorium berkemajuan di lahan kampus terpadu UMSU di Desa Saintis, Deliserdang, sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan dapur MBG. Keberdaan dapur MBG di lahan kampus terpadu UMSU ini nantinya akan didukung dengan lahan pertanian sebagai untuk ketersedian bahan pangan.

