Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia menggelar seminar nasional “Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Kepada Masyarakat” bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada Rabu (4/8) di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Acara dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dengan narasumber narasumber Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI Galuh Ibrahim, S.E., M.M., dan Dosen UMSU Dr. Sahran Saputra, S.Sos., M.Sos, Dr. Faizal Hamzah Lubis, S.Sos., M.I.Kom serta Riswanda Imawan, S.I.P., M.H.I.,
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim dalam sambutannya menyampakan pandangan Muhammadiyah bahwa Pancasila merupakan konsep Darul Ahdi wa Syahadah yang menyatukan nilai keindonesiaan dan keislaman.
“Bagi Muhammadiyah, Pancasila bukanlah sesuatu yang perlu dipertentangkan dengan ajaran Islam. Pancasila disepakati sebagai Darul Ahdi wa Syahadah yang menjadi titik pertemuan antara nilai keindonesiaan dan keislaman, di mana mahasiswa dituntut menjadi agen perubahan untuk mencintai bangsa,” ujarnya.

“Jadikan kesempatan ini untuk memperkuat keteguhan kita terhadap Pancasila. NKRI adalah harga mati karena pancasila sudah dideklarasikan sebagai kekuatan yang tidak dapat memecahkan kita,” ujarnya.
Selanjutnya, Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI, Galuh mengungkapkan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan pembentengan ideologi bagi generasi muda.
“Pembentukan posko relawan di UMSU diharapkan menjadi wadah aksi gotong royong dan peduli lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya sekadar dihafalkan atau dilafalkan, tetapi harus diimplementasikan dalam tindakan nyata sehari-hari untuk membentengi generasi muda dari ancaman hoaks, judi online, hingga narkoba.

“Saya selalu percaya dan mengapresiasi UMSU sebagai salah satu universitas terbaik di Sumatera Utara,” ujarnya.
Dia mengatakan perguruan tinggi melalui Tri Dharma merupakan parameter utama dari tegaknya kesadaran dan keadilan hukum di masyarakat.
“Kita harus memastikan kekuatan ideologi kita kembali kokoh untuk menghadapi segala ancaman dan gangguan terhadap negara,” kata Sugiat.
Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow hukum bersama Kemenkumham Sumut Ignatius Mangantar Tua Silalahi, S.H., M.H yang mendorong perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dengan mendaftarkan hak cipta skripsi mahasiswa UMSU sebelum diujikan guna menjaga originalitas karya, serta menyatakan kesiapan mengintegrasikan mahasiswa KKN/PPL UMSU sebagai paralegal desa.

Kemudian, Riswanda Imawan menekankan konsep Pancasila 4.0 bagi Generasi Z yang menilai kemajuan digital dari kacamata integritas dan keadilan, sedangkan dari akademisi Dr. Sahran Saputra membahas navigasi era AI yang wajib diselaraskan dengan kecerdasan moral serta transparansi akademis agar tidak meruntuhkan proses intelektual membaca dan menulis mahasiswa.

Acara turut dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara Ignatius Mangantar Tua Silalahi, S.H., M.H., Dekan FISIP UMSU Assoc. Prof. Dr. Arifin Saleh, S.Sos., M.SP., beserta Wakil Dekan, jajaran pimpinan prodi FISIP, perwakilan KPU Kota Medan, serta ratusan mahasiswa.


