Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP-UMSU) kembali mengikuti program Student Teacher Exchange in South East Asia (SEA-Teacher Project) 2023 atau program pertukaran mahasiswa calon guru antar-negara di kawasan Asia Tenggara.

FKIP UMSU telah mengikuti program SEA Teacher sejak tahun 2016 dengan setiap tahun mengirim untuk praktek mengajar di sekolah-sekolah di berbagai negara Asia Tenggara.
Sebaliknya setiap tahun para mahasiswa dari negara lain datang ke UMSU dan difasilitasi untuk mengajar di sekolah-sekolah Indonesia di Medan.

Terkait hal itu, Wakil Dekan I FKIP UMSU Dr. Dewi Kesuma Nasution menjelaskan UMSU sempat vakum mengirim mahasiswa ke luar negeri karena pandemi Covid-19.
Tahun ini lewat SEA Teacher para mahasiswa kembali punya kesempatan untuk belajar di negara lain. “Tahun ini kita kembali ikut program SEA Teacher setelah vakum 2 tahun karena Covid-19,” ujarnya.

Program yang diikuti 77 perguruan tinggi dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina dan Jepang ini digagas oleh asosiasi Kementerian Pendidikan Asia Tenggara atau SEAMEO yang memberikan kesempatan para calon guru di perguruan tinggi untuk dapat menimba pengalaman belajar di berbagai negara di kawasan Asia Tenggara ditambah Jepang.

