Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Yudisium dan Sumpah Dokter angkatan LXIV yang diikuti 32 lulusan Program Studi Profesi Dokter. Kegiatan ini digelar di Auditorium Kampus FKIK Jl. Gedung Arca No.53, Teladan Bar., Kec. Medan Kota, pada Rabu (21/1).

“Kalau dihitung-hitung, Indonesia masih kekurangan sekitar 10 sampai 100 ribu dokter. Rasio antara dokter di perkotaan dan desa sangat jauh,” ujarnya dan turut mengucapkan tahniah kepada seluruh lulusan dan orangtua.
Dia berharap para lulusan FKIK UMSU bersedia mengabdikan diri di daerah yang masih minim layanan kesehatan. “Dalam masa internship nanti, masuklah ke pedesaan yang perlu mendapat perhatian kita. Jangan hanya memilih tempat di kota saja, perhatikan juga daerah kecil. Abdikan keberhasilan ini untuk kepentingan masyarakat,” pesannya.

“FKIK UMSU berupaya meningkatkan kualitas dengan membuka program studi dan spesialis baru. Kami juga berusaha mendapatkan rekognisi, termasuk dengan Malaysia, sehingga alumni FKIK UMSU bisa bersaing di sana. Inilah kebanggaan kita. UMSU saat ini juga sudah masuk peringkat global THE Impact dan QS Asia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dekan FKIK UMSU dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL., Subsp.Rino(K) menekankan bahwa gelar dokter bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar bagi masyarakat.
“Dokter itu suatu pencapaian intelektual yang di dalamnya ada tanggung jawab yang cukup besar ke depan. Perjalanan ini tidak mudah, masih ada internship sampai satu tahun dan belajar kembali,” katanya.

dr. Siti Masliana menegaskan bahwa lulusan FKIK UMSU memiliki tiga nilai utama yang menjadi kebanggaan bersama. “Lulusan FKIK UMSU bangga punya tiga hal, yaitu unggul, profesional, dan Islami. Banyak perubahan yang sudah terjadi, sehingga hari ini bukan lagi zona nyaman. Tuntutan sebagai dokter akan semakin berat ke depannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FKIK UMSU juga mengungkapkan perkembangan akademik fakultas. FKIK UMSU telah melaksanakan evaluasi lapangan untuk Program Studi Spesialis Ilmu Bedah, Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi.
“Mohon doanya semoga segera diturunkan izinnya. Kami juga telah memiliki Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer,” jelasnya.
Kemudian, perwakilan lulusan yang diambil sumpahnya, dr. Intan Tiara Aditya, menyampaikan harapan agar para dokter lulusan FKIK UMSU senantiasa menjaga nilai-nilai luhur dalam menjalankan profesi.
“Saya berharap para dokter yang hari ini diambil sumpahnya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika kedokteran, profesionalisme, kejujuran serta empati dalam menjalankan tugas. Jadilah dokter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sederhana dan memiliki empati yang tinggi,” ujarnya.
Dengan diselenggarakannya yudisium dan sumpah dokter ini, FKIK UMSU kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang unggul secara akademik, profesional dalam pelayanan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Turut hadir Wakil Dekan I dr. Rahmanita Sinaga, M.Ked(OG), Sp.OG dan Wakil Dekan III Dr. dr. M. Edy Syahputra Nasution, M.Ked(ORL-HNS), Sp.THT-KL, jajaran pimpinan rumah sakit pendidikan utama, di antaranya RSUD H. Amri Tambunan, RSU Haji Medan, RSUD Pirngadi, RS Puteri Hijau, serta Basarnas Provinsi Sumatera Utara, Dosen dan Orangtua.



