Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universiti Teknologi Malaysia menggelar kuliah umum cultural exchange dalam program internasional bertajuk Designtech Futures: UTM-UMSU TVET Collaborative 2026. Acara diselenggar di Aula FKIP UMSU, Jalan Muchtar Basri, Senin (20/7).

“Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran budaya, tetapi juga memperkuat kerja sama riset, publikasi bersama, serta pengembangan kurikulum antara UMSU dan UTM. Karena kita adalah bangsa serumpun Melayu, kami berharap seluruh delegasi tidak menemui hambatan dan bisa mendapatkan banyak informasi serta manfaat positif bagi dunia pendidikan,” ujar Syamsuyurnita.
Kemudian perwakilan dari UTM, Dr. Roslizam merasa sangat menarik dengan sambutan UMSU dan ingin mengundang pimpinan dan mahasiswa UMSU untuk berkunjung ke kampus UTM di Malaysia.
“Sebagai bentuk penguatan kerja sama ke depan, kami juga menawarkan peluang studi lanjut S2 dan S3 bagi mahasiswa maupun pimpinan UMSU, dan seluruh proses hubungannya akan saya permudah. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan UMSU dapat terus berkembang maju di masa hadapan,” kata Dr. Roslizam.

Acara dilanjutkan mengenalkan aplikasi Isyarat 3D yaitu penerjemah bahasa isyarat bagi disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang diciptakan oleh mahasiswa FKIP UMSU. Inovasi tersebut diikutiserta tim Innovillage UMSU dan lolos mendapatkan pendanaan pada Lomba Nasional 2025.
Acara turut dihadiri oleh Dekan FKIP UMSU, Assoc. Prof. Dra. Syamsuyurnita, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Hj. Dewi Kesuma Nst., M.Hum., Wakil Dekan III Dr. Mandra Saragih, M.Hum., Ketua Office of International Cooperation (OIC) UMSU Rafieqah Nalar Rizky, M.A., serta para pimpinan program studi dan dosen di lingkungan FKIP UMSU. Sementara itu, delegasi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dipimpin langsung oleh Dr.c Roslizam bersama jajaran tim delegasi serta mahasiswa UTM.




