Konsulat Jenderal Jepang di Medan Dr. Takonai Susumu menjadi narasumber kuliah umum di kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri dengan tema , “Perkembangan Islam di Jepang”, Jumat (4/10).

Dr. Takonai mengungkapkan bahwa Jepang bukan negara dengan populasi Muslim yang besar, namun minat masyarakat terhadap Islam terus tumbuh.
“Masjid pertama di Jepang, Masjid Kobe, berdiri pada tahun 1945 dan menjadi pusat bagi komunitas Muslim di sekitar Kobe, Osaka, dan Tokyo. Pada tahun 1952, Muslim Association of Japan didirikan di Tokyo, yang menjadi titik penting bagi penyebaran Islam di Jepang,” jelas Dr. Takonai.
Fakta menariknya meskipun jumlah umat Islam di Jepang hanya sekitar 0.18% dari total populasi, tetapi populasi umat muslim terus meningkat secara signifikan. Dia merujuk pada data statistik yang menunjukan bahwa populasi muslim di jepang yang kini telah mencapai 48.000.

“Tempat salat dan makanan halal sudah banyak tersedia di berbagai daerah di Jepang, mencerminkan dukungan bagi komunitas Muslim yang terus berkembang,” tambahnya.


“Kami berharap ini menjadi bagian dari pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya mengenai bagaimana Islam berkembang di Jepang yang berbeda dari citra Islam di Timur Tengah. Di Indonesia, Islam adalah agama yang berkemajuan, dan kami ingin menjalin hubungan lebih erat dengan Jepang, terutama dalam bidang pendidikan,” ujar Prof. Agussani yang didampingi WR III, Dr Rudianto, Staf Ahli Prof. Dr. Ir. Sabrina, Dekan Fakultas Teknik, Munawar Alfansury Siregar, S.T, M.T, Dekan FAI, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A.
Selain menjadi narasumber, Dr. Takonai berksempatan melakukan peninjauan ke Laboratorium Fakultas Teknik dan berdialog dengan mahasiswa yang menampilkan hasil inovasi berupa prototipe kapal laut, rumah anti gempa. Kunjungan juga dilakukan ke Japan Corner di Perpustakaan UMSU.

