Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah Medan resmi bergabung ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) penggabungan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. dan Direktur Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Ahmad Faisal Siregar, S.E., M.M pada Kamis (6/8) di ruang rapat kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Direktur AMCF Ahmad Faisal menyampaikan apresiasi kepada UMSU atas terlaksananya proses penyatuan ini. Dia mengaku terharu karena proses integrasi akhirnya dapat diwujudkan.

AMCF juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UMSU, termasuk menghadirkan dosen dari Timur Tengah dan mendorong sertifikasi internasional sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi kampus.
“Dengan adanya Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kami akan mendukung agar program studi ini memiliki keunggulan. Dosen-dosen dari Timur Tengah akan mengajar dan mendukung sertifikasi internasional. Saya yakin program internasionalisasi UMSU akan terus kita support,” katanya.
Direktur AMCF kembali menyampaikan terima kasih atas penerimaan UMSU terhadap keluarga besar Ma’had Abu Ubaidah.
“Terima kasih dan apresiasi atas penerimaan yang baik. Ma’had Abu Ubaidah ini adalah tanggung jawab kita bersama memasuki rumah yang baru dengan gaya kerja UMSU yang unggul,” tutupnya.
Sebelumnya, Rektor UMSU Prof. Akrim menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya kerja sama yang telah lama direncanakan. Dia mengatakan sejak penadatangan MoU ini, seluruh pengelolaan Ma’had Abu Ubaidah akan berada dalam sistem tata kelola UMSU.

Menurutnya, bergabungnya Ma’had Abu Ubaidah akan menjadi kekuatan baru bagi UMSU, khususnya dalam memperkuat Fakultas Agama Islam (FAI).
“Ini kekuatan baru bagi UMSU. Kita akan perkuat dari sisi bahasa Arabnya. Ini kekuatan yang sangat kita harapkan untuk FAI ke depan. Ini mimpi lama yang kita harapkan,” katanya.
Rektor juga menegaskan bahwa proses penyatuan tersebut merupakan hasil pembahasan yang telah dilakukan bersama. UMSU berkomitmen mendukung berbagai program yang dijalankan AMCF sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Penyatuan dan penggabungan ini sudah kita diskusikan. UMSU berkomitmen mendukung kegiatan Gerakan Muslim AMCF. UMSU akan memperkuat peranan pengabdian bidang masyarakat,” ujarnya.
Prof. Akrim menjelaskan, melalui integrasi tersebut, sekitar 305 mahasiswa Mah’ad akan menjadi mahasiswa UMSU. Seluruh sumber daya manusia dan sistem informasi juga akan diintegrasikan sehingga mempermudah proses penerimaan mahasiswa baru.
“Dengan penandatanganan MoU sebanyak 305 akan integrasi ke UMSU maka ini akan bertambah kekuatan baru bagi UMSU. Seluruh SDM dan sistem informasi akan kita integrasikan, sehingga seluruh calon mahasiswa bisa mendaftar UMSU ke Ma’had,” ungkapnya.
Bergabungnya Ma’had menambah jumlah kampu UMSU yaitu enam lokasi kampus di antarnya kampus Utama di Jalan Muchtar Basri, Kampus FKIK Jl. Gedung Arca, Kampus Pascasarjana di Jalan Denai, Kampus Stikes Indah Medan manage by Muhammadiya di Jalan Saudara Ujung, Kampus IV di Jalan Dwi Kora Sampali dan Kampus Ma’had Abu Ubaidah di Jalan Kutilang.



