Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan kepada Universitas Muhammadiyah Sumatera yang sukses menggelar pemecahan rekor dunia berbalas pantun terbanyak diikuti 1050 mahasiswa baru.


Dijelaskan, UMSU sebelumnya sukses memecahkan rekor dunia Muri pengamatan gerhana matahari dengan kamera lubang jarum terbesar. “Kali ini UMSU juga memecahkan rekor dunia Muri sebagai wujud kecintaan kepada budaya tradisional yang diharapkan juga bisa menjadi motivasi kepada kaum milenial untuk tidak melupakan budayanya,” katanya.
“Alhamdulillah acara pemecahan rekor Muri berjalan lancar berkat dukungan semua pihak, termasuk mahasiswa baru yang begitu antusias untuk berpartisipasi dalam acara pemecahan rekor dunia Muri,” katanya.
Sementara Ketua Panitia PKKMB 2022, Dr. Rudianto, MSi mengungkapkan, pemecahan rekor dunia Muri berbalas pantun terbanyak ini merupakan wujud kecintaan kepada budaya Indonesia. “Untuk pemecahan rekor Muri, pihaknya melakukan berbagai persiapan, termasuk mengumpulkan materi pantun dan menyebarkan kepada mahasiswa baru yang terlibat.
Pemecahan rekor Muri oleh mahasiswa baru dipandu oleh tim mahasiswa UMSU pemenang lomba pantun nasional yang digelar Balai Pustaka. Pemandu pantun membuat suasana pemecahan rekor Muri berlangsung semarak karena diselingi pantun kocak yang memgundang tawa.

Untuk Tahun 2022, ada sebanyak 5007 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB yang dibagi empat gelombang dimulai, 26 s/d 28 September 2022..
Kegiatan PKKMB dibuka secara resmi oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP pada Senin (26/9) dihadiri Pangdam I Bukit Barisan yang diwakili oleh Kepala Asisten Teritorial (Aster) Kolonel Dedik Eermanto, Pimpinan Perusahaan Mitra, Ketua BPH, Wakil Rektor I,II dan III serta pimpinan fakultas dilingkungan UMSU.
Rektor UMSU Agussani menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya PKKMB luring setelah dua tahun dilaksanakan online karena pandemi covid19. Diharapkan dengan kondisi yang semakin membaik ini, maka seluruh proses pembelajaran dapat dilaksanakan seperti sediakala.
Agussani mengatakan, Lebih 5.000 generasi milenial dari berbagai daerah telah memilih UMSU sebagai perguruan tinggi untuk menggapai masa depan. Itu merupakan pilihan yang benar, karena UMSU adalah perguruan tinggi terbaik di Sumatera Utara untuk tiga tahun berturut-turut ( 2019,2020, 2021) dari L2DIKTI.
Selain itu, UMSU adalah perguruan tinggi swasta dengan akreditasi ‘A’. Jelas Agussani, UMSU saat ini memiliki 3 prodi dengan akreditasi Unggul, 3 prodi ‘Baik Sekali’, 3 prodi ‘Baik”, 12 prodi dengan akreditasi A dan 17 dengan akreditasi B.
Rektor UMSU mengenalkan berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki UMSU dalam menunjang proses pendidikan. UMSU juga memiliki sarana pendukung dalam meningkatkan kemampuan minat dan bakat. Dijelaskan, mahasiswa UMSU berhasil meraih berbagai prestasi dari berbagai kompetisi di dalam dan luar negeri.
UMSU kini fokus dalam mengembangkan kerjasama internasional dengan berbagi perguruan tinggi di luar negeri. Program internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk UMSU, kini menjadi program utama yang dilakukan. Kerjasama tidak saja dilakukan dilevel Asean tapi juga diberbagai negara, Asia Timur dan Eropa.
Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru UMSU tahun akademi 2022-2023, dijelasakan untuk mahasiswa program S1 ( non-fakultas kedokteran ) sebanyak 4.746 orang, Fakultas Kedokteran 261 orang, program S-2 sebanyak 219 orang dan program S3 (doctor) sebanyak 26 orang. Dengan lima ribu lebih mahasiswa baru, kini UMSU memiliki mahasiswa sebanyak 21.848 orang

