PT Garuda Global Impex menjajaki peluang kerja sama bidang pertanian dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam pengembangan tanaman aromatik rosemary. Kegiatan ini berlangsung di ruang VIP UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, pada Kamis (16/4).

Owner PT Garuda Global Impax, Ravi Teja menawarkan kerja sama dengan tema “Cultivation of Aromatic Crops in Indonesia as an Alternative Stable & High Income Generation”. Dia berharap kerja sama dengan UMSU dapat menghadirkan solusi bagi berbagai peluang ekonomi baru di sektor pertanian.
“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan UMSU dan memberikan solusi untuk berbagai peluang. DGI dan UMSU dapat bekerja sama dalam pengembangan ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa tanaman rosemary belum banyak dikembangkan di wilayah Medan, sehingga memiliki peluang besar sebagai komoditas unggulan baru.
“Rosemary belum ada di Medan. Karena itu IDG berencana membangun minimal 1.000 hektar termasuk investasi pabrik pengolahannya. Kondisi cuaca di sini juga serasi dengan curah hujan yang baik,” jelasnya.

“Tanaman ini dapat dipanen setiap empat bulan dan mampu produktif hingga delapan sampai sepuluh tahun. Perawatannya cukup dipangkas seperti rumput,” tambah Ravi Teja.
Selain sebagai bahan masakan, rosemary juga memiliki nilai ekonomi tinggi melalui produksi minyak atsiri (essential oils).
Menyambut hal tersebut Wakil Rektor I UMSU, Prof. Arifin menjelaskan bahwa UMSU memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan tanaman aromatik tersebut.
“UMSU memiliki lahan sekitar 24 hektar dan masih banyak yang bisa kita lakukan. Sebagai universitas Muhammadiyah, kami sangat terbuka berkolaborasi dengan sektor pertanian,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa UMSU selama ini aktif membangun kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami telah berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan India di Fakultas Kedokteran. Untuk bidang lain, kami sangat terbuka. Terima kasih, kami menyambut baik kerja sama ini dan nanti akan kami fasilitasi untuk melihat langsung lahan kami,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Wan menyampaikan bahwa kampus telah memiliki pengalaman dalam pengembangan produk berbasis minyak atsiri dan tanaman herbal.
“Saya rasa perlu dilakukan kunjungan langsung ke lahan terlebih dahulu,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Fakultas Pertanian memiliki empat program studi serta lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tahap awal pengembangan.
“Kami memiliki lahan bebas sekitar satu hektar di kawasan Amplas yang dapat menjadi lokasi awal penanaman,” jelasnya.


