Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Agussani, MAP bersama 20 dosen dan sejumlah pakar universitas terkemuka di dunia menjadi narasumber kunci dalam seminar internasional bertajuk ” 2nd Online International Seminar Conference On Communication In Scientific Inquiry “IoT – Transformative Technological Phenomena in 21st Century”.
Dalam konfrensi ini Universitas Malaysia Perlis (UNIMAP) sebagai host bekerjasama dengan UMSU (Indonesia), Adventist University of The Philippines, East delta University Bangladesh, Daffodil International University. Acara yang digelar secara daring ini dibuka,Vice Conselor University Malaysia Perlis YBhg. Prof. Ir.Ts. Dr. Mohd Rizal Bin Arshad, Selasa (30/3).

Selain Rektor, seminar Internasional tersebut juga tampil sebanyak 20 orang dosen UMSU dari berbagai program studi sebagai pembicara. Mereka bergabung dengan para pakar lintas ilmu yang berasal dari perguruan tinggi terkemuka di Asia.

Rektor UMSU, Dr. Agussani, MAP dalam makalahnya bertajuk IOT Trend In Education: An Perspektif Indonesia
Mengulas tentang efek pandemic covid terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Menurutnya terjadi perubahan paradigma pendidikan yang pada satu sisi generasi milenial akan mengalami peningkatan pendidikan terutama pada aspek kognitifnya. Hal ini tidak terlepas karena anak-anak sejak dini sudah terbiasa dengan digitalisasi robotic, dan dunia maya.
“Tapi ada kekhawatiran besar kita terhadap perkembangan pendidikan anak, terutama efek IoT, yaitu efek pendidikan sikap dan social.,” katanya.
Menurut dia, IoT hampir sulit menyentuh aspek rasa, karakter, dan jiwa karena anak tidak diajarkan terhadap nilai nilai kemanusian.

Univeristas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Malaysia Perlis memiliki hubungan yang cukup baik selama ini, dimana UMSU dan UniMaP telah lama menjalin kerjasama. Beberapa program telah disiergikan dan dijalankan diantara keduanya, baik program yang mengacu pada Pendidikan seperti transfer kredit, penelitian, riset Pendidikan dan program-program yang mengacu pada International program, tambahnya.

