Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof.Dr. H Agussani, MAP memberikan apresiasi dan kebanggan kepadaTun Dr H Rahmat Shah.sebagai tokoh peduli dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan keadilan serta pelestarian lingkungan. Hal itu disampaikan Rektor UMSU usai kegiatan silaturahim 15 tahun Monumen Nasional Keadilan yang dilaksanakan di ‘Rahmat’ International Wildlife Museum & Gallery Jalan S Parman Medan, Kamis (26/3).

Turut hadir Forkopimda Sumut, konsul jenderal negara sahabat dan undangan lainnya.
Menurut Rektor UMSU, Prof.Dr.Agussani, MAP, sosok dan kiprah Tun, DR.H.Rahmat Shah bisa menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi masyarakat khususnya generasi muda. Kiprahnya diberbagai aspek membuat, Rahmat Shah mendapat sebutan tokoh nasional serbabisa asal Sumatera Utara.
Rahmat Shah dikenal sebagai pengusaha sukses diplomat (Konsul Kehormatan Turkiye untuk Sumatera), penggiat konservasi alam dan mantan anggota DPD/MPR RI (1999-2014). Namanya juga dikenal sebagai pendiri Rahmat International Wildlife Museum & Gallery di Medan, museum satwa liar pertama di Asia,
Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) periode 2023-2028. Tokoh konservasi terkemuka, penerima penghargaan International Conservation Award.

“UMSU salah satu yang difasilitasi membangun kemitraan dengan universitas di Turkiye dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan,” kata Prof.Agussani.
Rahmat Shah aktif memimpin berbagai organisasi nirlaba dan kemanusiaan.
Ketua PMI Sumatera Utara: Beliau memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) di Sumut selama beberapa periode dan aktif dalam berbagai misi bantuan kemanusiaan. Selain itu juga sebagai Ketua Umum FORKI Sumut: Terlibat dalam pengembangan olahraga, khususnya karate (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) di Sumatera Utara.
“Berbagai aktifitas yang dijalani menunjukkan Tun Dr Rahmat Shah sebagai sosok yang memiliki nilai ketokohan luar biasa yang dikenal luas di lingkup nasional ” katanya.
Di lingkup internasional, Rahmat Shah dikenal luas di kalangan pemimpin dunia, sebut saja diantaranya, Presiden AS, Bill Clinton dan PM Malaysia, dr.Tun Mahathir Mohamad.
Tak berhenti di situ, berikutnya, Rahmat Shah mendirikan Monumen Nasional Keadilan yang kini genap berusia 15 Tahun. Pendirian monumen ini untuk mengingatkan masyarakat dan pemerintah Indonesia agar senantiasa bersikap adil dalam segala aspek kehidupan. Monumen ini memiliki ciri khas berupa ornamen uang koin di bagian puncaknya.
“Monumen Nasional Keadilan ini menjadi bukti sahih kepedulian dan besarnya rasa tanggungjawab terhadap kehidupn berbangsa dan bernegara,” ungkap Rektor.
Sebelumnya, Prof. Dr. Mahfud MD, M.IP pada acara silaturahim 15 tahun Monumen Nasional Keadilan mengatakan bahwa keadilan inti perjuangan yang harus ditegakkan negara manapun di dunia ini. Sejarah juga menyatat, negara yang tidak dapat menegakkan keadilan akan roboh. “Tujuan negara kita itu ada empat. Itu semuanya hanya bisa dicapai dengan keadilan. Pertama menjaga integrasi bangsa, melindungi bangsa dan tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Ini tidak akan tercapai kalau tidak adil,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut Mahfud MD, Monumen Nasional Keadilan yang hanya ada satu di Indonesia ini mengandung pesan penting yaitu jangan main-main dengan keadilan. Karena itu adalah sumber kekuatan dan sumber keberlangsungan negara kita. “Mudah-mudahan pesan dari Monumen Nasional Keadilan yang meskipun ada di Medan, sampai ke seluruh negeri,” harapnya.
Tun DR H. Rahmat Shah mencetuskan yel-yel keadilan, “Keadilan, Tegakkan!”. Hal itu dimaksudkan agar semua pihak terpanggil untuk bersama-sama menegakkan keadilan di Indonesia. “Karena gak mungkin Pak Mahfud, saya dan kita beberapa orang saja mau negara ini menjadi adil keseluruhan tanpa semua pihak ikut terpanggil. Itulah kenapa kita lahirkan yel-yel itu hari ini,” ucap Rahmat Shah.
Ditegaskannya, jika keadilan tidak ditegakkan, maka akan membawa bencana bagi bangsa ini ke depan. Namun, sedikit keadilan yang ditegakkan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Hal itu akan lebih baik jika para pemimpin menjadi tauladan dalam penegakan keadilan ini.
“Itu akan membangkitkan semangat di tengah-tengah masyarakat yang akhirnya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semuanya,” pungkas presiden Yayasan Rahmat Indonesia.
Peringatan diawali dengan ceramah yang disampaikan Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A. Dilanjutkan pemutaran video perjalanan awal hadirnya Monumen Nasional Keadilan yang peletakan batu pertama dilakukan Prof. Dr. Bagir Manan MCL pada 3 April 2010. Monumen Nasional Keadilan diresmikan oleh Irman Gusman pada 19 Maret 2011.



