Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyambut baik rencana penyediaan saluran lokal TV Muhammadiyah (TVMu) di Sumatera Utara sebagai bagian dari penguatan media dakwah sekaligus mendukung syiar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 yang akan digelar di Sumatera Utara pada 2027.
Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi persiapan syiar Muktamar serta pengembangan media dakwah Muhammadiyah di daerah bersama Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., pada Senin (26/10) di Ruang Rapat Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Sebelum audiensi, Prof. Dadang juga hadir dalam talkshow di 91,6 UMSU FM bersama Direktur TV Muhammadiyah Pusat, Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos., serta Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU, Dr. Muhammad Ruslan, M.Pd., yang mewakili sivitas akademika UMSU.

Prof. Dadang menyampaikan bahwa kolaborasi dan strategi syiar Muktamar telah dirampungkan bersama Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPI). Koordinasi dengan berbagai wilayah juga terus dilakukan untuk mendukung kelancaran penyebarluasan informasi dan menyemarakkan agenda besar persyarikatan tersebut.
Salah satu rencana strategis yang dibahas ialah penyediaan saluran lokal TVMu di Sumatera Utara. Kehadiran saluran ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana publikasi dan penyiaran kegiatan Muktamar, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan media dakwah Muhammadiyah yang berkelanjutan di daerah.
Melalui saluran lokal tersebut, berbagai kegiatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. TVMu juga berpotensi menjadi ruang penyiaran program dakwah, pendidikan, informasi, dan pemberdayaan masyarakat yang membawa nilai-nilai Islam berkemajuan.
Pengembangan saluran lokal ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem media Muhammadiyah di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital. Dengan dukungan sumber daya, fasilitas, dan kolaborasi berbagai pihak, media dakwah diharapkan mampu berkembang lebih profesional, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan publik.
Dukungan UMSU menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah di Sumatera Utara, UMSU memiliki potensi akademik dan sumber daya yang dapat disinergikan untuk mendukung pengembangan media serta penyebarluasan informasi persyarikatan. Langkah strategis ini selaras dengan pencapaian SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh dan Akses Informasi), SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam memperkuat ekosistem media, kolaborasi kelembagaan, dan literasi edukatif bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar persiapan menyambut Muktamar, rencana kehadiran TVMu lokal di Sumatera Utara diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi penguatan komunikasi dan dakwah Muhammadiyah. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan selama rangkaian Muktamar ke-49, tetapi juga berlanjut setelah perhelatan tersebut selesai.
Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 di Sumatera Utara pun menjadi momentum untuk mempertemukan semangat persyarikatan dengan perkembangan media modern. Melalui penguatan jaringan penyiaran dan kolaborasi lintas institusi, Muhammadiyah berupaya memastikan syiar Islam berkemajuan semakin luas menjangkau masyarakat


