Siswa-siswi SMA Negeri 10 Pekanbaru unjuk kreatifitas seni dan budaya saat melakukan kunjungan wisata edukasi ke kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Senin (14/10).
Acara dimulai dengan penampilan tari tradisional oleh para siswa yang menunjukkan kebolehan dalam melestarikan budaya lokal. Kemeriahan semakin terasa ketika UMSU Band tampil dan menghibur peserta dengan lagu-lagu yang akrab di telinga generasi milenial. Lagu-lagu tersebut disambut antusias oleh para siswa yang ikut bernyanyi bersama.

Dalam sambutannya, Dr. Rudianto berharap agar kunjungan ini memberikan wawasan baru kepada para siswa dalam memilih perguruan tinggi di masa depan.
“Kami sangat menghargai kunjungan ini. Semoga dapat memberikan informasi dan motivasi kepada siswa-siswi untuk melangkah meraih masa depan. Di UMSU, kami menghargai siswa-siswi berprestasi dan memberikan berbagai fasilitas serta program internasional,” ujar Dr. Rudianto.
Pada kesempatan ini, WR 1 Prof. Arifin, WR 3 Dr. Rudianto dan Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Pekanbaru Abdul Ghafar, M.Pd memberikan apresiasi berupa tali asih kepada 6 atlet berprestasi yang berhasil meraih medali di ajang PON Aceh-Sumut 2024.

“Kunjungan kita kali ini adalah kunjungan yang tepat bukan alternatif. Sudah dari jauh-jauh hari kami menyampaikan kepada para siswa tentang UMSU. Kami selalu mempromosikan dan mensosialisasikan UMSU karena luar biasa dalam keunggulannya. UMSU selalu dihati dan menjadi pilihan.,” kata Kepala Sekolah SMA N 10 Pekanbaru.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi momen berharga bagi para siswa dalam melihat lebih dekat suasana kampus, fasilitas, dan prestasi yang telah dicapai UMSU. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para siswa dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan SMA.

“Terima kasih keluarga besar UMSU atas ilmu dan motivasi yang telah diberikan. Antusiasme dari siswa-siswi kami sangat luar biasa,” tutup Abdul Ghafar.
Hadir Para Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Biro di UMSU, 6 Atlet PON Aceh-Sumut, 340 siswa SMA Negeri 10 Pekanbaru dan 30 Guru Pendamping.


