Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dengan turun langsung membantu warga terdampak banjir di Dusun Sidodadi, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat hasil hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yang dilaksanakan di wilayah terdampak banjir selama beberapa hari dengan fokus utama pada pelayanan kesehatan, distribusi logistik, penyediaan air bersih, serta pendampingan sosial masyarakat.

Ketiga dosen tersebut menjadi penggerak utama program PKM ini, mengintegrasikan pendekatan akademik, kemanusiaan, dan kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana, sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak bersifat seremonial, tetapi terukur dan berdampak langsung.
Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, Tim PKM juga didampingi oleh Assoc. Prof. Dr. Hj. Yurisna Tanjung, M.AP, Muhammad Hidayat, M.Pd, serta Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H, yang berperan sebagai pendamping kegiatan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penghubung antara tim pelaksana dengan unsur kelembagaan dan masyarakat.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi kesehatan warga pascabanjir, Tim PKM UMSU menurunkan tim kedokteran yang terdiri dari enam orang dokter, yang bekerja langsung membuka posko layanan kesehatan di lokasi terdampak.
Tim medis ini diperkuat oleh lima mahasiswa kedokteran UMSU, serta mahasiswa relawan lintas fakultas, yang membantu proses pelayanan, pendataan pasien, distribusi obat, hingga pendampingan warga, khususnya lansia dan anak-anak.
Layanan kesehatan dilaksanakan secara bertahap dan menjangkau empat dusun terdampak, yakni Dusun Sidodadi, Dusun Sejambu, Dusun Pantai Pulau, dan Dusun Sukaramai Bengkel.
Berdasarkan data Tim PKM UMSU, sebanyak 334 warga dari empat dusun telah memeriksakan kondisi kesehatannya di posko kesehatan. Rinciannya, 91 warga Dusun Sidodadi, 58 warga Dusun Sejambu, 86 warga Dusun Pantai Pulau, dan 99 warga Dusun Sukaramai Bengkel.
Ketua Tim PKM, dr. Eka Febriyanti, M.Gizi, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan warga sangat dipengaruhi oleh paparan air banjir, cuaca lembab, dan keterbatasan air bersih.
“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), disusul hipertensi, serta penyakit kulit seperti tinea, scabies, dan dermatitis kontak,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga agar mampu mencegah penyakit lanjutan pascabanjir.
Pada hari pertama pelaksanaan, Tim PKM UMSU menyalurkan 200 paket sembako kepada warga terdampak banjir di Dusun Sidodadi. Bantuan juga diperkuat dengan distribusi toren air dan air minum bersih ke sejumlah titik pemukiman warga, mengingat rusaknya sumber air bersih akibat terjangan banjir.
Memasuki hari kedua dan ketiga, tim melanjutkan distribusi bantuan dan layanan kesehatan ke dusun-dusun lainnya, memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terlewatkan.
Kepala Desa Sekoci, Hidayah Gunawan, menyampaikan rasa terima kasih dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca atas kehadiran Tim PKM UMSU di tengah warganya.
“Di saat masyarakat kami masih trauma dan kehilangan, UMSU hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga kepedulian dan harapan. Kami benar-benar merasa tidak sendirian. Atas nama masyarakat Desa Sekoci, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
Pendamping kegiatan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Yurisna Tanjung, M.AP, menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan bentuk konkret peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi dosen penerima hibah PKM, tim medis, serta mahasiswa relawan, UMSU tidak hanya hadir dalam fase darurat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat pascabencana banjir di Kabupaten Langkat.


