UMSU menggelar refreshing atau kuliah umum Al-Islam dan Kemuhammadiyahaan (AIK), menghadirkan Prof. Agus Purwanto, D.Sc (anggota majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah) sebagai narasumber yang memberikan wawasan terkait Islam dan Ilmu Pengetahuan Teknologi. Diselenggarakan pada Rabu (31/1) di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan.

“Kami laporkan Prof, sejak tahun 2018 UMSU telah memberikan pembekalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada mahasiswa baru melalui KIAM dan sekarang ditingkatkan menjadi Baitul Arqam dan ini tentu menjadi komitmen kami,” ujar Rektor UMSU.
Dia menyampaikan bahwa UMSU berusaha menjadi role model AIK dalam rangka menghadapi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah yang terus berprogres.
“Kami harapkan para dosen bisa menjadikan materi ini sebagai bahan berkelanjutan dalam proses pembelajaran AIK,” harap Rektor UMSU.

Iintegrasi saintek dan islam secara umum memiliki pemahaman bagaimana olah fikir manusia dapat tersambung dengan konsep-konsep di dalam islam, “Selamat datang di masa depan, kita saat ini berada di era IPTEK yang tidak bisa ditolak tapi harus disikapi,” ujar Prof. Agus.
Dia juga mendorong dosen UMSU untuk merubah cara berpikir dari ayat-ayat Al-Qur’an lah modal manusia untuk mengembangkan sains.
“Ke depannya, dalam kurikulum kita perlu menerapkan fisafata agar dapat berpikir kritis dan menerapkan AIK ini disesuaikan dengan disiplin Ilmu, jangan dibuat sama rata sehingga itulah yang membuat UMSU berbeda dengan universitas lainnya,” sara Prof. Agus.
Usai mendengarkan pemaparan Prof. Agus, WR I UMSU Prof. Dr. Muhammad Arifin Gultom, M.Hum kembali mengingatkan para dosen agar tidak menutup diri untuk terus mempelajari AIK dan Teknologi.
“Semua yang disampaikan Prof. Agus tadi jadikan sebagi modal utama untuk menyampaikan AIK kepada mahasiswa kita. Kepada dosen mari kita perdalam pengetahuan dan wawan AIK kita,” ujar Prof. Arifin sebagai penutup kuliah umum.
Turut hadir BPH UMSU, Para wakil rektor, Dekan Fakultas Se-UMSU, 84 Dosen AIK dan mahasiswa.




