Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar senimar nasional dengan tajuk “ Polisi Presisi & Harapan Masyarakat” di Aula Kampus Utama, Kamis (18/2) siang. Seminar nasional mengkaji seputar konsep PRESISI ( Prediktif, Responsilitas dan Transparamasi Berkeadilan) yang digagas Kapolri Jendral Lystio Sigit Prabowo.
Seminar yang dibuka Rektor UMSU Dr. Agussani MAP itu dilakukan dengan cara ofline dan onlie. Kegiatan Ofline berlangsung di Kampus Utama, dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Polisi Dr. Dadang Hartanto, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muryanto Amin, para Wakil Rektor I, II dan III UMSU serta pimpinan fakultas. Kemudian secara ofline hadir Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada M.Phil yang juga bertindak sebagai keynot speaker mewakili Kapolri dan Pongky Indarti anggota Kompolnas.

Sinergi Polri dan UMSU

Selain kerjasama, sampai saat ini cukup banyak anggota Polri yang mengambil kuliah di UMSU.
Seminar menjadi menarik karena mengupas gagasan transpormasi polisi di era Jendral Lystio Sigit Prabowo itu dipandu langsung oleh Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto. Kapolda Aceh Irjen Polisi Drs. Wahyu Widada M.Phil yang juga ketua tim Pokja Polisi Presisi mengumpas tuntas konsep Polisi Presisi yang menjadi konsep transformasi polisi dalam mencapai kepuasaan masyarakat. Diharapkan dengan Polisi Presisi, kata Wahyu dapat mengubah wajah polri menjadi polri yang dapat memenuhi harapan masyaralat, harapan rakyat dengan berorientasi kepada kepentingan masyarakat, berbasis pada hukum yang berkeadilan, menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi.
Polisi Bukan Alat Kekuasaan tapi Alat Negara
Irjen Wahyu menegaskan bahwa Polri tidak boleh menjadi ‘alat kekuasaan‘ karena sejatinya Polri adalah ‘ alat negara‘. Oleh karena itu setiap tindakan Polri harus ditujukan untuk mendukung kemanjuan Indonesia dalam bingkai NKRI.

Presisi memiliki tiga kata kunci, yakni Prediktif. Prediktif dimaksudkan adalah kemampuan polisi untuk melakukan prediksi situasi dan kondisi yang menjadi isu dan permasalahan serta potensi gangguan kamtibmas. Kemudian, Responsibilitas sebagai rasa tanggungjawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, prilaku dan responsif dalam pelaksanaan tugas yang secara keseluruhan ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Sedangkan, Transparansi Berkeadilan, merupakan realisasi dari prinsif, cara pikir dan sistem yang terbuka, akuntabel, humanis dan mudah untuk diawasi.
Kata Irjen Wahyu Widada untuk mewujudkan Polisi Presisi itu, Kapolri sudah menyiapkan roadmap yang dimulai dari melakukan transformasi organisasi, kemudian transpormasi operasional, transpormasi pelayanan publik dan transformasi pengawasan.
Selain Irjen Polisi Wahyu Widada yang menjelaskan konsep transpormasi Polri, dalam prespektif yang berbeda Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Dr. Dadang Hartanto, yang juga dosen UMSU itu, menjelaskan seputar perubahan yang sedang terjadi ditubuh Polri. Dadang menjelaskan perubahan organisasi, kemudian menjelaskan mengapa sebuah organisasi harus hidup atau harus mati, perubahan lingkungan organisasi dan respon Polri hari ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Materi seminar selain disampaikan oleh Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Polisi Dr. Dadang Hartanto juga oleh Rektor USU Dr. Muryanto Amin dan Anggota Kompolnas Pongky Indarti. Seminar ditandai dengan berlangsungnya diskusi yang dipandu WR-III UMSU Dr. Rudianto MSi (SH)

