Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) gelar workshop penulisan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menghadirkan juri PIMNAS Prof. Fauzi Ahmad, P.hD, Jum’at (6/1) di Auditorium UMSU Jl. Kapten Muchtar Basri No.3 – Kota Medan.

Terlaksananya kegiatan ini merupakan upaya UMSU, mempersiapkan mahasiswa dan dosen pendamping yang akan mengikuti PKM tahun 2023. Hal tersebut disampaikan oleh WR III UMSU Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si,
“Kita harus bersiap dengan PKM di tahun 2023 dan semua fakultas sudah melakukan sosialisasi PKM. Ada atau pun tidak PKM di tahun ini, yang terpenting kita harus siap-siap terlebih dahulu, Insya Allah akan kita maksimalkan persiapannya,” ujar Rudianto saat membuka kegiatan.
Menurutnya, ajang PKM bagi UMSU tidak sekadar momentum meraih prestasi, tapi PKM bisa mengubah pola pikir dan kultur mahasiswa maupun dosen. Dikarenakan setiap tahun semakin banyak mahasiswa maupun dosen UMSU antusias ikut serta dalam ajang PKM.

Prof. Ahmad Fauzi, P.hD ketua juri PIMNAS sekaligus pemateri yang sering mendampingi UMSU di ajang PKM, memberikan strategi dan tips menulis proposal PKM. Menurutnya, mahasiswa harus rajin membaca buku pedoman serta taat administrasi penulisan agar proposal yang diajukan mendapatkan pendanaan.
“Dulu rasanya musthil mendapatkan rangking 3 besar se-PTMA, kemudian akhirnya bisa mendapatkan rangking 2 besar se-PTMA. Lambat tapi pasti tiga tahun terakhir ini, UMSU bisa rangking 1 PTS se-Indonesia di ajang PKM. Artinya sudah harus percaya diri.” ujar Prof. Fauzi.

“Ketika dinyatakan lolos PIMNAS dan mendapatkan medali emas itu rasanya luar biasa bahagia bisa membawa nama UMSU, apalagi UMSU menunggu momen ini. Alhamdulillah kami sangat senang, pada proses PIMNAS ini kami di dampingi Srcc UMSU secara ikhlas dan dosen pendaming kami,” ungkap Indah Adelia salah satu anggota dari tim PIMNAS UMSU yang meraih medali emas.
Indah berpesan kepada mahasiswa yang akan ikut ajang PKM 2023 terus melangitkan doa dan maksimalkan usaha, agar di tahun 2023 ini bisa membawa nama UMSU ke tingkat nasional yang lebih besar lagi.

