Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Perguruan Tinggi (PERTI) Sumatera Utara 2026. Pembukaan dilaksanakan pada Rabu (3/6) di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Ajang ini merupakan inisiatif UMSU dalam menghidupkan budaya dan nilai-nilai Al-Qur’an serta ajang berlatih sebelum MTQ Provsu ke-40 tahun 2026. Diikuti 129 peserta lolos seleksi berasal dari 32 perguruan tinggi di Sumatera Utara dengan enam cabang lomba yaitu Tilawah Remaja Putra dan Putri, Hifzhil Qur’an 10 Juz Putra/Putri, Hifzhil Qur’an 20 Juz Putra/Putri, Qira’at Al-Qur’an Murattal Remaja Putra/Putri, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putra/Putri dan Tafsir Bahasa Inggris Putra dan Putri.

“Selamat datang kepada seluruh peserta dari 32 perguruan tinggi. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat fantastis dan menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap syiar Al-Qur’an,” katanya.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari budaya akademik yang telah lama tumbuh di UMSU.
“LPTQ UMSU sangat aktif dan selama ini telah menerima puluhan mahasiswa melalui jalur Tahfiz dan Qori dengan beasiswa penuh,” ujarnya.

“Kegiatan ini menjadi tangga bagi para peserta untuk mengikuti MTQ Sumut 2026 dan mengembangkan potensi mereka lebih jauh,” katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pembinaan Al-Qur’an di UMSU tidak hanya dilakukan di Fakultas Agama Islam, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Sementara itu, Bendahara LPTQ Sumut, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UMSU yang bersedia menyelenggarakan MTQ PERTI Sumut 2026.
“LPTQ Sumut sangat senang dan menyambut baik inisiatif UMSU melaksanakan MTQ PERTI Sumut 2026. Kami melihat adanya kebutuhan untuk menghadirkan kembali khafilah perguruan tinggi yang selama ini belum berjalan optimal,” ujarnya.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki keunikan tersendiri dalam pelaksanaan MTQ karena terdapat khafilah khusus perguruan tinggi yang tidak dimiliki daerah lain.
“Kita punya khafilah khusus perguruan tinggi yang berada di luar khafilah kabupaten dan kota. Khafilah khusus perguruan tinggi ini hanya ada di Sumatera Utara. Bahkan di tingkat nasional belum ada model seperti ini,” jelasnya.
Prof. Azhari juga menilai kesiapan UMSU menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami melihat khafilah perguruan tinggi ini sempat kosong. Kemudian UMSU bersedia menyelenggarakan kegiatan ini dan tidak memiliki kendala dalam hal pendanaan. Kemandirian yang dimiliki Muhammadiyah menjadi salah satu kekuatan yang membuat kami optimistis kegiatan ini sukses,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azahri mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ Sumut tahun ini diikuti 1.097 peserta dari 28 kabupaten/kota dengan 14 cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus ketua LPTQ UMSU, Dr. Abdul Rahman, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ PERTI Sumut 2026 merupakan bagian dari program kerja LPTQ UMSU yang lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya aktivitas dan syiar Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi.
Dia menyebutkan ajang MTQ PERTI Sumut 2026 difasilitasi penuh oleh UMSU dengan total anggaran sekitar Rp159 juta. Melalui penyelenggaraan ini, UMSU berharap dapat memperkuat tradisi keilmuan berbasis Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi sekaligus melahirkan generasi qari, qariah, hafiz dan hafizah yang siap berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Turut hadir Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP beserta jajaran, Pimpinan Universitas di Sumatera Utara hingga peserta MTQ PERTI 2026.



