Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melepas 60 mahasiswa Fakultas Agama Islam untuk mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) Internasional ke Negara Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Hadir, Dekan FAI, Dr. Muhammad Qorib, MA dan para wakil dekan, Ketua Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional, Rafieqa Nalar Rizky, S.Sos, MA serta dosen.
“Selamat mengikuti kegiatan KKN Internasional, semoga bisa menimba ilmu sekaligus pengalaman berharga untuk masa depan,” kata Prof. Dr. Muhammad Arifin saat memberi sambutan.
Menurutnya, Kegiatan KKN internasional bisa jadi momen untuk mencari pengalaman lapangan karena ada banyak aktifitas yang di laksanakan selama sebulan di negara lokasi KKN. Selain itu mahasiswa juga bisa mencoba untuk mengaplikasikan bekal ilmu yang diperoleh selama belajar di kampus.

KKN internasional yang dilaksanakan FAI sendiri sudah yang kelima, dimulai sejak 2016. Namun sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19.
Wakil Rektor mengingatkan para peserta program KKN internasional untuk bisa memahami budaya guna beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat di negara lokasi KKN. Pemahaman budaya ini penting guna memghindari kesalahpahaman ketika berinteraksi dan bersosialisasi dengan warga.
“Para mahasiswa saya harapkan untuk tetap disiplin dan menjaga diri, memperhatikan makanan dan menjaga kesehatan,” pesannya.
Selain itu juga, wakil rektor minta mahasiswa untuk menjaga nama baik pribadi, nama baik UMSU serta nama baik Indonesia karena selain mengikuti KKN sekaligus menjadi wakil di negara tujuan.

“Mudah- mudahan pembekalan yang diperoleh mahasiswa bisa jadi modal untuk beradaptasi dengan warga di lokasi KKN,” katanya.
Dijelaskan, dalam program KKN internasional FAI tahun ini diikuti juga oleh mahasiswa asal Negara Kamboja. “Ada tiga mahasiswa asal Kamboja yang juga ikut KKN Internasional. Para mahasiswa ini akan melaksanakan pengabdian di negara asalnya, khususnya kampung Champ,” katanya.
Sementara untuk penempatan lokasi KKN internasional, dari 60 mahasiswa yang memgikuti dibagi di tiga negara. Sebanyak 11 mahasiswa ke Negara Kamboja, Malaysia 20, dan Thailand 29 orqng.
Dalam kesempatan itu, Dr. Qorib menyampaikan , terima kasih kepada pihak pimpinan universitas yang mendukung dan memfasilitasi kegiatan KKN Internasional. Mengutip pesan rektorat, para mahasiswa dalam KKN tidak hanya dibekali materi akademik, tapi juga diisi dengan aktifitas pengabdian masyarakat dan penelitian.


