Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Rudianto, M.Si menjadi narasumber pada acara Workshop Pendampingan Persiapan Pemeringkatan Institusi Tingkat Internasional se-PTMA, Selasa-Kamis (14-16/7) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Pada kesempatan ini, Dr. Rudianto, M.Si diminta memaparkan best practices UMSU dalam strategi penguatan internasionalisasi. Dia memulai dari membedah langkah-langkah konkret dan taktik teruji yang telah diterapkan UMSU hingga sukses mengukuhkan diri di kancah global.
“Internasionalisasi bukan lagi sekadar tren atau gagasan di atas kertas, melainkan sebuah ekosistem terintegrasi yang harus dibangun secara konsisten melalui kerja sama lintas negara, pembenahan tata kelola, peningkatan riset berdampak tinggi, hingga publikasi internasional yang terarah,” ujarnya disambut hangat oleh para peserta yang berasal dari 21 PTMA se-Indonesia.
Lebih lanjut, Dr. Rudianto menekankan pentingnya penguatan mobilitas akademik mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif dengan kampus dunia, serta pembentukan iklim kampus yang ramah bagi civitas akademika internasional. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan budaya kampus menjadi fondasi utama agar kerja sama luar negeri tidak berhenti sebatas penandatanganan dokumen saja.
Kegiatan ini mendorong percepatan langkah Internasionalisasi yang diinisiasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyamakan persepsi dan menyusun taktik menembus pemeringkatan dunia.
