Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bagikan 150 bingkisan ramadan 1446 H kepada masyarakat sekitar kampus terpadu UMSU yang berada di tiga desa yakni desa Saintis, Pematang Johar, dan Sampali, pada Kamis (20/3) di Kampus Terpadu UMSU di Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Prof. Arifin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur meski kampus terpadu UMSU masih dalam proses pembangunan, namun sudah dapat berbagi dengan warga.
“Alhamdulillah, bapak ibu ini suatu kesyukuran dan komitmen UMSU. Mungkin belum semuanya tapi ini akan kita tingkatkan lagi ke depannya,” ujar Prof. Arifin.
Dia juga memohon doa masyarakat agar proses pembangunan kampus terpadu UMSU sekaligus arena Muktamar berjalan dengan lancar.
“Mohon doanya bapak-ibu, kampus UMSU terpadu ini juga akan mendatangkan peserta Muktamar Muhammadiyah 2027 dari seluruh Indonesia dan luar negara. Semoga dengan adanya UMSU juga bisa mendorong perekonomian sekitar ya bapak ibu.” Harap Wakil Rektor I.

“Sejak tahun 2023, UMSU telah resmi masuk wilayah Desa Saintis. Saya berharap warga dari ketiga desa ini dapat hidup rukun dan bersatu. Semoga UMSU sukses dan selalu diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, M. Ruslan juga menyinggung rencana besar yang akan datang, yakni pelaksanaan Muktamar pada tahun 2027.
“InsyaAllah pada tahun 2027 nanti akan diselenggarakan Muktamar, dan Presiden RI dijadwalkan akan hadir. Mari kita sambut kedatangan presiden dengan menjaga kerukunan dan persatuan di masyarakat. Selain itu, mari kita dukung pembangunan kampus terpadu UMSU yang berada di perbatasan tiga desa ini,” tambahnya.
Kemudian, Sekretaris Desa Saintis, Ratna Sari, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya.
“Semoga kegiatan ini dapat berkesinambungan setiap tahun dan UMSU semakin maju serta memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Bingkisan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor 1 UMSU Prof. Arifin kepada perwakilan masyarakat dari tiga desa yang hadir, yakni Hery dari Pematang Johar, Mulyadi dan Suryono dari Sampali serta Mulyani, dan Suryana dari Saintis.


