Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mewisuda sebanyak 2.657 lulusan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (27–29/10) Jl. Listrik No.2, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Pada hari pertama, Selasa (27/10), sebanyak 943 wisudawan mengikuti prosesi wisuda. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Direktur TVMu Dr. Makroen Sanjaya, pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumatera Utara, anggota senat, serta sivitas akademika UMSU.
Pada rangkaian kegiatan ini, para lulusan menerima pesan mengenai pentingnya integritas, pembelajaran sepanjang hayat, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kewirausahaan, serta tanggung jawab menjaga lingkungan.

Dia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan dan jabatan, tetapi juga mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diharapkan berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda. Sementara itu, lulusan bidang ilmu sosial dan politik diharapkan menghadirkan komunikasi publik yang bertanggung jawab dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.Adapun lulusan program magister dan doktor didorong untuk memperkuat penelitian, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan.
UMSU, lanjutnya, menyelenggarakan pendidikan berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan pembentukan karakter.


Kemudian, Ketua PP Muhammadiyah membidangi Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, serta berpegang teguh pada nilai moral dan etika.
Ada tiga penting bagi para lulusan yang disampaikannya, yaitu menjadi pembelajar sepanjang hayat, meneguhkan integritas dan akhlak mulia, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dadang juga mengingatkan para lulusan agar menjaga kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika dalam menjalankan profesi. Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada lulusan UMSU yang terlibat dalam korupsi maupun penyalahgunaan jabatan.

“Selamat atas wisuda ini. Ini adalah tahap awal. Selanjutnya, saatnya berbakti kepada masyarakat dan bangsa serta menghasilkan dampak. Kerja banyak dan memberikan dampak banyak. Saya yakin UMSU sudah berdampak untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jumhur, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial dan lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Kampus harus menjadi bagian dari gerakan tobat ekologis karena kampus bukan individu, tetapi menebarkan Tridarma Perguruan Tinggi. Dan itu UMSU pasti sudah mengertilah,” katanya.


Menteri LH turut menyinggung pengembangan UMSU Garden di kawasan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Desa Sampali, Sumatera Utara. Menurutnya, pengembangan taman tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati, yang kini menjadi salah satu persoalan penting di tingkat global.

Sebelumnya, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof. Saiful, menyampaikan tiga pesan utama kepada para wisudawan, yakni mempererat silaturahmi, terus belajar sepanjang hayat, dan senantiasa menghormati orang tua.
Dia mengingatkan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan melalui berbagai sumber, termasuk buku, internet, dan pengalaman orang lain.


