Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar yudisium yang diikuti 431 lulusan dari tiga program studi. Acara digelar pada Rabu (17/6) di Auditorium kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Sebanyak 431 lulusan merupakan 80 persen lulusan tepat waktu yang terdiri dari Program Studi Manajemen 313 orang, Akuntansi 108 orang dan Ekonomi Pembangunan sepuluh orang. Di antaranya merupakan mahasiswa Internasional asal Pattani Thailand dan mahasiswa kelas Internasional beragama Kristen.

“Seiring jalannya waktu, saya merasa kehangatan dan kepedulian di sini. Terima kasih pimpinan UMSU yang telah memberikan beasiswa. Tanpa kebaikan UMSU, kami tidak mungkin menjadi sarjana hari ini. Kalian tidak pernah memandang kami orang asing, tapi sebagai saudara.” Dia juga mengaku sudah fasih berbahasa Indonesia dengan logat Medan
Hal senada disampaikan Gabriel Lidya, mahasiswa beragama Kristen asal Siborong-borong yang menilai UMSU sebagai kampus yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.
“Saya sangat bangga sebagai mahasiswa Kristen yang dapat menempuh pendidikan di UMSU yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Saya merasakan lingkungan akademik yang aman dan nyaman,” ujarnya.

“Saya tidak merasa dibedakan, bahkan dalam hal keagamaan. Saya diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dari sisi agama saya sendiri. Hal ini mengajarkan bahwa keberagaman bukan sebuah penghalang. UMSU adalah kampus toleransi,” katanya.
Kemudian, Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, mengapresiasi capaian FEB yang dinilai terus menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk hadirnya program studi baru yaitu Bisnis Digital.
Dia juga menyoroti perkembangan kelas internasional FEB yang kini semakin diminati mahasiswa dari luar negeri.
“Tidak mudah membuka kelas internasional, tetapi hari ini sudah cukup banyak yang belajar di Internasional FEB UMSU. Pendaftar mahasiswa asing sudah di atas 1.200 dari 52 negara. Ini suatu kegembiraan karena kampus kita menjadi target para scholarship hunter melalui program UMSU Global Scholarship,” katanya.
Menurut Rudianto, mahasiswa perlu menyiapkan mental untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
“Ada tiga hal yang harus disiapkan: siap dengan keberuntungan, siap dengan kegagalan, dan siap dengan ketidakpastian. Aset terbesar dalam investasi kita adalah waktu untuk belajar, dan jangan berhenti,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FEB UMSU Dr. Radiman, S.E., M.Si menyampaikan bahwa capaian akademik mahasiswa tahun ini sangat membanggakan. Dia juga menyoroti sejumlah lulusan berprestasi seperti finalis Pilmapres Nasional, atlet karate internasional serta sebagian besar lulusan telah diterima bekerja di berbagai perusahaan.
“Belajarlah sepanjang hayat. Kita harus membangun konsistensi, insyaAllah membawa hasil yang baik. Mari jaga reputasi dan almamater, bangun percaya diri sebagai lulusan kampus terakreditasi internasional FIBAA seperti UMSU, serta mampu beradaptasi,” pungkasnya.
Lulusan terbaik periode pertama ini diraih oleh Novta Prisisilia, S.M dari Program Studi Manajemen dengan IPK 3,97, Anggita Sari Rangkuti, S.Ak dari Akuntansi dengan IPK 3,95, serta Cici Amelia Putri, S.E dari Ekonomi Pembangunan dengan IPK 3,84.
Turut hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum, Pimpinan Program studi FEB UMSU, para Dosen dan peserta Yudisium.



