Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil menghimpun donasi sebesar Rp38 juta dalam aksi peduli korban bencana sumatera pada kegiatan pendadaran pemilihan bagian mahasiswa semester lima yang digelar di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, Kamis (11/12).
Wakil Rektor I Prof. Arifin dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMSU telah mengirim dua truk bantuan ke wilayah Aceh dan Sumut, termasuk Sriwijaya dan Tempurung, daerah yang paling parah terdampak. “Nanti akan kita salurkan lagi ke Batang Toru dan Langkat. Bantuan ini amat dibutuhkan,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa bantuan sekecil apapun sangat berarti bagi para korban yang berjuang bertahan hidup.
“Apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang terkena musibah, seharusnya kita rasakan juga. Itulah makna persaudaraan dalam Islam,” ujar Prof. Arifin.
Prof. Arifin juga menyinggung lambannya penanganan serta simpang siur informasi dari sejumlah pihak terkait kondisi di lapangan. “Kita bukan ingin mengkritisi, tetapi fakta menunjukkan informasi sering tak sesuai. Karena itu, bantuan langsung dari masyarakat sangat penting,” katanya.

Dari Takengon, Aceh Tengah, seorang mahasiswa menjelaskan bahwa banyak jalan putus akibat longsor sehingga bantuan harus dikirim menggunakan helikopter. “Sembako menumpuk di bandar udara karena akses jembatan banyak yang rusak,” ceritanya. Kisah-kisah korban terdampak membuat suasana haru.
Bencana yang melanda tiga provinsi ini sebelumnya dilaporkan telah menyebabkan 3,3 juta penduduk terdampak, 753 orang meninggal dunia, 2.600 luka-luka, serta lebih dari 3.600 rumah rusak berat, sehingga bantuan darurat menjadi kebutuhan mendesak.
Usai penggalangan dana, acara dilanjutkan dengan pendadaran pemilihan bagian akademik fakultas, seperti Hukum Pidana, Perdata, Tata Negara, Administrasi Negara, dan Hukum Internasional.

