Kehadiran Fiki Naki, youtubers dan konten kreator Indonesia yang dikenal memiliki jutaan pengikut di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara disambut antusias ratusan mahasiswa yang hadir dalam talkshow kebahasaan.
Fiki Naki yang terkenal di Ome Tv karena menguasai banyak bahasa asing menjadi bintang tamu talkshow kebahasaan yang digelar.Pusat Bahasa bersama Relawan Bahasa (Language Center Volunteer) UMSU Sabtu (29/6) di Auditorium Jalan Mukhtar Basri No.3 Medan.

Muhammad Fiqih Ayatullah atau yang dikenal sebagai Fiki Naki merupakan youtubers dan konten kreator dengan 3 juta pengikut yang memiliki kemampuan lebih dari 3 bahasa asing. Dia sering membuat konten berkomunikasi dengan orang asing melalui platform Ome TV.
Talkshow yang dipandu oleh anggota Pusba, Khairun Nissa, M. Tessol berjalan interaktif dan menarik antusias mayarakat.
Fiki Naki berbagi pengalamannya dalam belajar bahasa asing. Dia menceritakan awal mulanya karena iseng lalu menjadi terbiasa dan suka belajar berbagai bahasa.
“Belajar bahasa itu seperti belajar hitung-hitung. Tidak mudah tidak susah juga, kadang jenuh suka jenuh, kalau udah gitu kita harus cari inspirasi lagi. Biasaya aku suka nonton video orang-orang yang memiliki kemampuan banyak bahasa,” ujar Fiki.

“Aku setahun ini belajar pakai AI dan dampaknya besar. Sebelumnya dari youtube,” kata Fiki.
Dia menekankan bahwa belajar bahasa asing sangat berdampak untuk kualitas relasi hingga memudahkan berkomunikasi dalam berkarir, “Dulu aku gak percaya diri, tapi sejak main Ome Tv aku jadi terlatih dan akhirnya percaya diri,” jelas Fiki.
Di sela sharing season, Fiki mengundang mahasiswa UMSU yang memiliki kemampuan bahasa, terdapat tiga mahasiawa yang dapat berbahasa Turki, Prancis hingga Rusia. Tidak hanya itu, Fiki sempat battle beatbox dengan vokalis UMSU band.
Sebelumnya Rwktor diwakili Wakil Rektor III, Dr Rudianto, MSi mengapresiasi acara yang diharapkan bisa jadi motivasi dan inspirasi mahasiswa untuk belajar berbagai bahasa asing.
“Dulu Executive MQA Malaysia, Prof. Shatar pernah mengatakan bahwa menguasai bahasa itu sangat penting untuk masa depan. Kita tidak boleh melupakan dan harus bangga dengan bahasa Ibu, tapi bahasa inggris juga penting. Jadi dua-duanya sangat penting dikuasai,” kata Dr. Rudianto.

“Fiki Naki ini anak muda yang sangat sukses dalam menguasai bahasa, jadi semoga kehadirannya dapat menjadi inspirasi kita. Ambil pembelajaran-pembelajaran positif yang nantinya akan diberikan,” ujar WR III.
Menurutnya kegiatan ini dapat menginspirasi, tidak hanya gen Z tapi seluruh sivitas akademika untuk memperuat kapasitas di masa mendatang.
Sebelumnya, Ketua Pusat Bahasa (Pusba) UMSU, Muhammad Rafi’i, M.A, memyapaikan bahwa kegiatan ini salah satu upaya UMSU menjadi World Class tahun 2030.
“PUSBA UMSU memiliki tanggjungjawab dan peran untuk memastikan dosen dan mahasiswa UMSU memiliki kemampuan berbahasa asing yang mumpuni,” ujarnya. Dia berharap melalui seminar bersama Fiki Naki ini dapat memberikan kemudahan, tips dan strategi dalam belajar bahasa asing.


