Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melepas tim konseling traumatik dan pemberian bantuan bagi korban bencana di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pelepasan dilakukan oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum di Aula FKIP Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, Selasa (16/12).

WR I Prof. Arifin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan konseling traumatik ini. Dia menilai upaya pemulihan trauma membutuhkan proses yang tidak singkat dan harus dilakukan secara berkesinambungan.
“Apa yang dilakukan untuk konseling traumatik ini harus kita syukuri. Tidak cukup untuk sekali saja untuk memulihkan trauma pada musibah ini,” tuturnya.

“Terima kasih pimpinan fakultas, prodi, dan mahasiswa yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Mudah-mudahan semoga cepat berlalu. Kita laksanakan fungsi kita untuk melaksanakan bimbingan. Inilah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Dia mendoakan agar masyarakat terdampak diberi kekuatan dalam menghadapi musibah. “Semoga saudara-saudara kita diberikan kemudahan dan ketabahan dalam menjalani musibah ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Dekan I FKIP Dr. Hj. Dewi Kesuma Nasution, S.Pd., M.Pd bersama Wakil Dekan III Dr. Mandra Saragih, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa kehadiran FKIP UMSU di lokasi bencana tidak hanya sebatas pemberian bantuan materi, tetapi juga fokus pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat.
“Kegiatan FKIP UMSU peduli bencana di Tanjung Pura merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral perguruan tinggi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan konseling traumatik ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar mampu memulihkan rasa aman, kepercayaan diri, serta semangat untuk kembali menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Sementara bantuan pendidikan yang kami salurkan merupakan bentuk kepedulian FKIP UMSU terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa FKIP UMSU berkomitmen untuk mendukung pemulihan trauma anak secara berkelanjutan.
“Kita tidak hanya hadir untuk memberikan bantuan yang bersifat sementara, tetapi juga berkomitmen mendukung pemulihan trauma anak secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif, psikososial, dan nilai-nilai kemanusiaan. Doakan bisa juga digelar di Aceh Tamiang,” tambahnya.
Tim yang berangkat terdiri dari jajaran Dekanat, Pimpinan Program Studi serta Organisasi Mahasiswa di FKIP UMSU.
Sebelum diberangkatkan, WR I Prof. Arifin bersama tim FKIP UMSU meninjau perlengkapan yang akan dibawa ke lokasi bencana, di antaranya tas berisi jajanan dan perlengkapan pendukung kegiatan konseling bagi anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban korban bencana sekaligus memulihkan kondisi psikologis mereka secara bertahap.



