Tim Tanggap Bencana Darurat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan kegiatan healing terapi bersama anak-anak sekolah dasar di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai respons terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa minggu terakhir, Selasa (16/12).

Tiga sekolah dasar di Desa Garoga, Hutagodang, dan Aek Ngadol yang terdampak tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran dialihkan dan dipusatkan di SDN 100711 Batu Hula, Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Program healing terapi ini diisi oleh Dr. Edy Suprayetno, M.Pd, bersama tim relawan. Berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan diberikan kepada para siswa, di antaranya ice breaking pendidikan, games edukasi, serta edukasi dasar Bahasa Inggris, yang dirancang untuk membantu anak-anak kembali ceria dan bersemangat belajar.

“Anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak secara psikologis pascabencana. Melalui kegiatan healing terapi ini, kami ingin membantu mereka mengekspresikan emosi, mengurangi rasa takut, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan semangat belajar,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pendekatan edukatif dan menyenangkan dipilih agar proses pemulihan dapat berlangsung secara alami.
“Kami menggunakan metode bermain sambil belajar, termasuk pengenalan Bahasa Inggris secara sederhana, agar anak-anak merasa nyaman, bahagia, dan kembali percaya diri dalam lingkungan sekolah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, UMSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam upaya kemanusiaan, khususnya dalam mendampingi masyarakat dan anak-anak yang terdampak bencana alam.

