Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) dan Lajnah Falak Universiti Malaya (UM), Malaysia berkolaborasi menggelar diskusi internasional melalui Live Q&A Astronomi secara daring di instagram pada Sabtu (13/12).
Live Q&A Astronomi merupakan program OIF UMSU yang dilakukan setiap bulan, episode ke-34 ini bertema “Aktiviti Kemahasiswaan Ilmu Falak UMSU & UM Malaysia”. Tindak lanjut dari lawatan ilmiah Universiti Malaya ke UMSU yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut guna mempopulerkan astronomi dengan tema-tema yang sederhana dan menarik. “Harapannya, semoga dapat memperkuat sinergi antar pengkaji falak, serta mendorong internasionalisasi OIF dan UMSU ke depan,” harapnya.
Sesi diskusi ini dibawakan oleh Rihan Yuhyi dari Mahasiswa Ilmu Falak UMSU dan Muhammad Asyraf bin Mohd Shokri dari Universiti Malaya. Mereka saling bertukar pandangan mengenai pengembangan keilmuan falak, budaya akademik, serta aktivitas kemahasiswaan yang dijalankan di masing-masing universitas. Diskusi berlangsung interaktif dengan menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan secara langsung oleh audiens melalui kolom komentar Instagram .
Rihan Yuhyi dalam pemaparannya menekankan keunggulan kompetitif UMSU, khususnya melalui keberadaan OIF sebagai pusat unggulan ilmu falak.
“OIF UMSU bukan hanya berfungsi sebagai laboratorium, tetapi juga sebagai pusat riset dan wisata edukasi yang dilengkapi teleskop robotik dan planetarium, serta terbuka untuk kolaborasi internasional,” ujarnya .
Dia juga menyoroti program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa UMSU.
“Mahasiswa Ilmu Falak UMSU aktif turun ke masyarakat melalui kalibrasi arah kiblat dan edukasi fenomena astronomi seperti gerhana. Ini menunjukkan bahwa keilmuan falak memiliki dampak sosial nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Asyraf bin Mohd Shokri memaparkan budaya akademik dan manajemen organisasi kemahasiswaan di Universiti Malaya. “Lajnah Falak Universiti Malaya memiliki struktur organisasi yang terkelola di bawah Akademi Pengajian Islam, sehingga kegiatan mahasiswa berjalan terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya .
Dia menjelaskan bahwa mahasiswa UM aktif dalam riset dan kajian keilmuan, “Mahasiswa kami rutin melakukan diskusi kitab turats serta pengamatan astronomi di lingkungan kampus sebagai bagian dari penguatan riset falak,” katanya.
Live Q&A berlangsung selama satu jam ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa Ilmu Falak UMSU, Universiti Malaya, serta penggiat astronomi lainnya. Beragam topik dibahas, mulai dari sistem pembelajaran, kegiatan publik, hingga peluang karier di bidang ilmu falak .
Kegiatan ini langkah strategis dalam meningkatkan reputasi UMSU di kancah global. Diskusi ditutup dengan saling berbalas pantun antara narasumber dari Indonesia dan Malaysia, mencerminkan kedekatan budaya dan semangat persaudaraan serumpun.

