Pusat Bahasa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kembali menggelar kompetisi National Language Contest (NLC) 2025 yang diikuti lebih dari 650 peserta dari berbagai sekolah di Sumatera Utara. Pembukaan acara dilakukan pada Senin (3/11) di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Ini merupakan tahun kedua kegiatam dilaksanakan sebagai wujud komitmen UMSU menuju World Class University.

“Bahasa Inggris, Arab, dan bahkan Mandarin kini menjadi kunci penting untuk membuka wawasan dan memperluas jaringan internasional,” ujar Prof. Akrim.
Katanya, UMSU mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari langkah menuju universitas berkelas dunia. Tidak cukup hanya dengan sarana dan prasarana yang baik, tapi juga harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Prof. Akrim juga mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian UMSU yang terus meningkat di kancah Asia.
“Insya Allah, minggu depan kita akan menerima sertifikat QS Asia Ranking, dan UMSU berada di peringkat 445 se-Asia. Ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.

“Tahun lalu kami hanya mampu menjaring sekitar 250 peserta, tapi tahun ini jumlahnya melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 600 peserta,” ujar Rafi’i disambut tepuk tangan meriah.
Dia berpesan, kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Namun tentang bagaimana peserta dapat menyalurkan ide dan mengekspresikan diri melalui bahasa.
Rafi juga menekankan bahwa Pusat Bahasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperluas jangkauan pembelajaran bahasa, baik di internal maupun eksternal kampus.
“Kami ingin menunjukkan bahwa UMSU bukan lagi kampus lokal biasa. Melalui program bahasa, kami menjalin kerja sama internasional dan terus berinovasi,” tegasnya.
Acara turut diisi dengan sesi seminar oleh perwakilan Education USA, Dimas Samudra yang memaparkan peluang studi di Amerika Serikat.
“Education USA adalah bagian dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang memberikan informasi akurat dan gratis tentang kuliah di Amerika,” jelas Dimas.
“Masih banyak beasiswa kecil yang tidak dimanfaatkan. Padahal, beasiswa-beasiswa ini bisa digabungkan dan membantu mahasiswa untuk menempuh studi di kampus top dunia,” tambahnya.
Selain seminar, panitia juga memperkenalkan para anggota tim Pusat Bahasa UMSU yang menjelaskan berbagai program unggulan, mulai dari Talk Master, Sunset Talk, English Camp, hingga TOEFL Prediction Test berbasis komputer yang dirancang sendiri oleh tim UMSU.
“Kami sudah menyiapkan sistem berbasis web untuk TOEFL Prediction Test yang bisa diakses oleh siswa maupun dosen,” jelas Khairun Nisa, M.TESOL, Sekretaris Pusat Bahasa.
“Program ini akan segera diluncurkan dan kami siap bekerja sama dengan sekolah-sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA selaku juri Bahasa Arab, mengingatkan peserta untuk memperhatikan kaidah nahwu dan sharaf dalam pidato.
“Dalam lomba bahasa Arab, peserta harus memperhatikan gramatika, ketepatan harakat, dan kefasihan dalam pengucapan huruf. Jangan asal disukunkan,” tegasnya.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai kategori lomba, seperti English Speech, Arabic Speech, Storytelling, dan Spelling Bee. Panitia menyiapkan piala dan hadiah uang tunai bagi para pemenang yang akan diumumkan pada penutupan acara.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan musik dari UMSU Band, permainan interaktif, serta sesi pengenalan para juri utama yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bahasa.


