Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ditunjuk sebagai mitra pendamping dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler 2025 Kemdiktisaintek bersama PTS unggul lainnya di Indonesia. UMSU mendampingi dua perguruan tinggi swasta yaitu Universitas Nagoya Indonesia (UNI) dan Universitas Karimun.
Salah satu kegiatan pendampingan berupa magang selama tujuh hari Senin-Sabtu (27 Oktober – 1 November) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Kedua universitas dampingan UMSU tersebut melakukan magang di beberapa unit dan lembaga seperti Badan Penjamin Mutu (BPM), Lembaga Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (LPKP) UMSU hingga Biro Humas dan Protokoler.
Dipenghujung kegiatan, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Karimun Dr. Said Nuwrun Thasimmim, S.I.Kom., M.Si berserta rombongan menjadi menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan magang di UMSU.
“Terima kasih sudah diberikan kesempatan magang di sini. Banyak sekali yang telah kami dapatkan dan UMSU sangat memfasilitasi kami dalam kegiatan ini,” ujar Wakil Rektor Universitas Karimun.
Dia menambahkan, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan magang ini membuka wawasan baru dalam tata kelola perguruan tinggi, terutama dalam hal branding dan pengembangan sumber daya manusia.
“Terkait tata kelola PTS, banyak hal yang dapat kami pelajari dan menjadi bahan penyamaan persepsi. Kami segera melakukan perubahan, terutama dalam aspek branding, dengan fokus utama pada SDM, khususnya bidang humas dan protokoler. Setelah kami amati, brand kini berada di tangan generasi Z,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa kegiatan magang ini memberikan manfaat yang signifikan bagi Universitas Karimun. “Banyak hal baru yang kami temukan dan bisa kami terapkan di Universitas Karimun. Pada prinsipnya, kami sangat terbantu oleh kegiatan kali ini,” ujarnya.
Kemudian, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nagoya Indonesia juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh tim UMSU. Ekspektasi kami jauh terlampaui dari apa yang kami bayangkan sebelumnya. Kami juga merasakan atmosfer akademik yang sangat positif dan membanggakan,” tuturnya.
Dia menilai output dari program magang ini sangat baik dan dapat langsung diimplementasikan di kampusnya.
“Output-nya sangat bagus. Setelah dari sini, kami bisa segera melakukan perbaikan. Walaupun program ini sudah selesai, kami tetap ingin melanjutkan proses perbaikan ke depan. Sistem pendidikan di UMSU memang sudah jauh lebih baik dan bisa menjadi contoh bagi kami,” tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan PP PTS, yang tidak hanya berfokus pada magang, tetapi juga mencakup kunjungan balasan ke Universitas Karimun dalam bentuk in-house training yang melibatkan BPM dan Lembaga Pengembangan dan Kepemimpinan Perguruan Tinggi (LPKP).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum menyampaikan bahwa capaian UMSU saat ini merupakan hasil dari proses panjang dan komitmen yang berkelanjutan.
“Apa yang diraih UMSU ini prosesnya panjang dan penuh komitmen yang dijalankan secara terus-menerus dengan memperhatikan seluruh aspek,” ujarnya.
Dia menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dalam mendorong peningkatan akreditasi dan kualitas institusi.
“Aktivitas terus kita dorong untuk meningkatkan akreditasi. Kita bekerja sama dan terus bergerak, walaupun ujung tombaknya ada di salah satu lembaga. Komitmen yang tinggi dalam mengelola perguruan tinggi sangat penting, dan komitmen yang dibangun universitas itu akan menurun ke generasi selanjutnya,” jelasnya.
Kemudian, Ketua Koordinator program PP-PTS Dr. Mujahiddin, M.SP juga menambahkan bahwa kerja keras dalam membangun institusi memerlukan sumber daya manusia yang andal dan berintegritas.
“Kerja keras ini memerlukan orang-orang yang handal. Kami juga terus belajar; apa yang baik dan bermanfaat bisa kita contoh bersama,” ujarnya.
Dia menutup dengan pesan agar setiap perguruan tinggi mampu menyesuaikan aturan dan kebijakannya sesuai kondisi internal masing-masing.
“Buatlah aturan dan ketentuan di masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungannya. Semua yang dilakukan ini demi kemajuan institusi. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya.

