Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar seminar nasional bertajuk “Diplomasi Bahasa dan Budaya melalui BIPA” pada Kamis (15/5) di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri No.3, Medan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UMSU dalam mendukung penguatan peran bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi internasional.
Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, yakni Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Liliyana Mutia, M.Pd; Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Dr. Asrif, M.Hum; dan Ketua Lembaga BIPA UMSU Dr. Cut Novita Srikandi, M.Hum. Diikuti lebih dari 200 peserta secara nasional dan Internasional seperti Universiti Brunei Darussalam terdiri dari guru, dosen, pengajar BIPA, praktisi bahasa, hingga mahasiswa.

“Tantangan kita bukan hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya. Kami berharap seminar ini menggema bukan hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” ungkapnya.
Kemudian, Ketua Lembaga BIPA UMSU, Dr. Cut Novita Srikandi, M.Hum menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan, kolaborasi internasional, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan pengajaran BIPA di era global.
“Bahasa adalah jembatan peradaban. Dengan BIPA, kita membuka jendela dunia. Saat ini, UMSU sudah menerima 65 mahasiswa asing dari empat negara yang belajar di sini,” tuturnya.
Dia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen bersama untuk menjadikan UMSU sebagai kampus berkelas dunia. Seminar ini, menurutnya, menjadi momentum untuk terus berinovasi dalam pengembangan dan pengajaran BIPA, khususnya di Sumatera Utara.

Sebelumya, Ketua panitia sekaligus Ketua Program Studi Bahasa Indonesia FKIP UMSU, Mutia Febriyana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga BIPA dan Program Studi Bahasa Indonesia untuk berbagi wawasan dan pengalaman berbahasa, khususnya di era digital saat ini.
Pada sesi pemaparan, narasumber pertama Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Liliyana Mutia, M.Pd menyampaikan bahwa BIPA memiliki peran strategis sebagai alat diplomasi budaya.
“BIPA bukan hanya soal mengajar bahasa, tetapi juga memperkenalkan nilai dan identitas bangsa ke dunia melalui kurikulum yang inovatif dan kerja sama lintas sektor,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menampilkan pembacaan puisi oleh Mahasiswa Thailand dan Monolog tentang Balada Sumarah. Dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si; Dekan FKIP UMSU Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd; Wakil Dekan I FKIP Dr. Hj. Dewi Kesuma, S.S., M.Hum; dan Wakil Dekan III Dr. Mandra Saragih, M.Hum. Hadir pula Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Hidayat Widiyanto, M.Pd; Sekretaris Dinas Pendidikan Provsu Rudi Fahrizal, ST, M.Eng; Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provsu Dr. Drs. M. Ismael P. Sinaga, M.Si; serta Kepala BPMP Provsu Tajuddin Idris, ST, M.Si.
Seminar ini tidak hanya memperkuat posisi BIPA sebagai instrumen diplomasi budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia siap bersaing dan berperan aktif dalam kancah global melalui bahasa dan pendidikan.


